Mendorong Keterlibatan Tenaga Ahli ITB dalam Eksplorasi dan Pengembangan SDA di Hulu

Minggu, 24 November 2024 - 07:16 WIB
"Bahkan sambungnya, visi besar presiden mengenai kemandirian adalah untuk memerkuat bargaining position kita. SDM kita harus bagus, penguasaan teknologi kita harus belajar lebih intensif lagi, ilmu pertambangan baru harus kita perkuat. Di samping itu, juga kita harus menstimulus kementerian tehnis yang lain, perindustrian, ESDM, keuangan, perdagangan untuk memperkuat industrialisasi," terangnya.

Hal lain yang tak kalah penting kata Dany yaitu. memberi masukan kepada regulator agar stimulasi-stimulasi diberikan betul-betul memberikan benefit, baik kepada BUMN maupun BUMS yang fokus dalam pengembangan sumber daya alam.

“Semua harus terorkestrasi dengan baik. BUMN menggerakkan orkestrasi baik dari BUMN secara korporasi, rantai suplai, rantai pasok. Dan juga regulatornya ni perlu harmoni antar lembaga untuk mewujudkan visi besar dari pemerintah," tandasnya.

Sementara Komisaris Independen PT Vale Indonesia, Raden Sukhyar mengemukakan, yang terpenting bagi pihak swasta adalah bagaimana pemerintah memberi fasilitasi dengan cepat, kemudahan sampai perizinan dan lain sebagainya. "Itu harus menjadi fokus Indonesia saat ini," tegasnya.

Baca Juga: SKK Migas Target Investasi Eksplorasi Capai USD1,8 Miliar atau Naik 200%

Senada dengan Dany, Ia juga menekankan pentingnya update kemampuan SDM. "Teman-teman geologi, pertambangan, harus memperkuat, bukan hanya mencari tapi menciptakan teknologi yang baru di dalam eksplorasi. Kedua, dalam konteks hilirisasi sendiri kita harus memperkuat link antara kementerian atau sektor-sektor yang menghasilkan energi dengan sektor manufaktur. Sinergi itu jadi penting," ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!