Biden Berencana Hapus Setengah Utang Jumbo Ukraina Rp73,8 Triliun

Senin, 25 November 2024 - 07:39 WIB
Sementara Presiden terpilih Donald Trump menyatakan, saat kampanye bahwa dia tidak akan menentang Kongres yang menyetujui untuk mengirimkan lebih banyak bantuan ke Ukraina, dengan catatan selama bantuan yang diberikan dalam bentuk pinjaman daripada hadiah yang didanai pembayar pajak.

Mengubah citra beberapa bantuan sebagai pinjaman adalah salah satu penyesuaian utama yang membantu mendorong paket pada bulan April senilai USD61 miliar setelah menemui kebuntuan selama berbulan-bulan antara Partai Republik dan Gedung Putih.

Di sisi lain senator Rand Paul bersumpah untuk memblokir pembatalan utang, dengan alasan bahwa hal itu memberikan beban yang tidak adil pada pembayar pajak Amerika.

"Saya akan memaksa pemungutan suara untuk mencegah Biden mengubah utang Ukraina menjadi masalah Amerika. Usulannya menempatkan beban bisnis, petani, dan birokrat korup Ukraina di pundak orang Amerika yang pekerja keras," tulis Paul dalam sebuah pernyataan di X pada tengah pekan kemarin.

Seperti diketahui setelah perang berkepanjangan, Pemerintah Ukraina hampir seluruhnya bergantung pada bantuan Barat untuk menjaga ekonominya tetap bertahan. Pada bulan September, Kiev mengadopsi rancangan anggaran tahun 2025, dengan memprediksi defisit mencapai 75% dan memperkirakan membutuhkan anggara sekitar USD12 miliar dan USD15 miliar untuk menutup defisit.

Utang publik Ukraina tercatat sudah melebihi USD152 miliar pada Juli, menurut Kementerian Keuangan. Biaya pembayaran pinjaman telah melonjak dari USD900 juta menjadi USD5,2 miliar tahun ini, seperti yang dihitung oleh surat kabar Rusia Vedomosti setelah meninjau data keuangan Kiev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!