Rupiah Ambruk ke Rp15.905/USD Dihantam Ancaman Tarif 100% Trump ke BRICS
Senin, 02 Desember 2024 - 16:54 WIB
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi pada November 2024 mencapai 0,30% atau lebih tinggi dibandingkan Oktober 2024, yang sebesar 0,08%, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan November 2023.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada November 2024 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,78% dan memberikan andil inflasi 0,22%.
Baca Juga: Trump Tabuh Genderang Perang ke BRICS, Ancamannya Ngeri!
Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini adalah bawang merah dan tomat yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,10%.Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah di rentang Rp15.890 - Rp15.970 per dolar AS.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar pada November 2024 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,78% dan memberikan andil inflasi 0,22%.
Baca Juga: Trump Tabuh Genderang Perang ke BRICS, Ancamannya Ngeri!
Komoditas yang mendorong inflasi pada kelompok ini adalah bawang merah dan tomat yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,10%.Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah di rentang Rp15.890 - Rp15.970 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :