Ojol Boleh Beli BBM Subsidi, Pertamina, BPS, dan PLN Samakan Data
Senin, 09 Desember 2024 - 12:56 WIB
PT Pertamina (Persero) tengah melakukan pemutakhiran data pengemudi ojek online (ojol) yang bakal menerima BBM bersubsidi. Foto/Dok
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tengah melakukan pemutakhiran data pengemudi ojek online (ojol) yang bakal menerima bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi . Proses ini dilakukan agar penyaluran bahan bakar tepat sasaran.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, dalam pembaharuan data perusahaan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero), terutama untuk melihat data penerima subsidi yang dikantongi kedua entitas dengan data yang dimiliki Pertamina.Kolaborasi itu untuk menyamakan data register dan menghindari double penerima.
Baca Juga: Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Bagaimana Taksi Online?
“Kami sudah dikolaborasikan dengan data register yang dimiliki PLN. Kemudian kita di kumpul dan dipimpin oleh BPS untuk kemudian mengerjakan data mutakhir yang terbaru supaya tidak ada double,” ujar Simon saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024).
“Supaya data memang sesuai dengan target dari penerima subsidi. Dengan demikian, posisi saat ini adalah sampai di situ,” paparnya.
Pertamina juga akan mengkombinasikan data yang dimiliki perusahaan pemilik aplikasi ojek online, misalnya Grab dan Gojek. Simon menyebut proses penggodokan masih dilakukan saat ini.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, dalam pembaharuan data perusahaan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero), terutama untuk melihat data penerima subsidi yang dikantongi kedua entitas dengan data yang dimiliki Pertamina.Kolaborasi itu untuk menyamakan data register dan menghindari double penerima.
Baca Juga: Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Bagaimana Taksi Online?
“Kami sudah dikolaborasikan dengan data register yang dimiliki PLN. Kemudian kita di kumpul dan dipimpin oleh BPS untuk kemudian mengerjakan data mutakhir yang terbaru supaya tidak ada double,” ujar Simon saat konferensi pers di Kementerian BUMN, Senin (9/12/2024).
“Supaya data memang sesuai dengan target dari penerima subsidi. Dengan demikian, posisi saat ini adalah sampai di situ,” paparnya.
Pertamina juga akan mengkombinasikan data yang dimiliki perusahaan pemilik aplikasi ojek online, misalnya Grab dan Gojek. Simon menyebut proses penggodokan masih dilakukan saat ini.
Lihat Juga :