Kontribusi Grab untuk Ekosistem Transportasi Publik Terintegrasi DKI Jakarta

Senin, 31 Agustus 2020 - 22:52 WIB
Penelitian yang dipimpin Associate Professor SBM ITB Yos Sunitiyoso ini mengeksplorasi pengalaman transportasi multimoda harian dan opini dari 5.064 komuter yang diadakan pada bulan Desember 2019-Maret 2020. Penelitian ini menemukan bahwa 48% komuter menggunakan layanan ride-hailing sebagai salah satu moda transportasi dalam perjalanan multi moda harian mereka.

Ride-hailing menjadi moda transportasi first-mile (mil pertama, artinya dari rumah ke titik transportasi publik) dan last-mile (mil terakhir, dari titik terakhir ke rumah). Kemudahan dan kenyamanan ini telah mendorong semakin banyak anggota masyarakat memiliki transportasi publik.

Komitmen Menciptakan Ekosistem Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menggarisbawahi kata ekosistem sebagai kata kunci dalam pengembangan transportasi publik ke depan. Karena itu, diperlukan semua pihak komitmen untuk menciptakan ekosistem transportasi publik terintegrasi.

“Semua pihak harus terus berdialog terbuka. Pengambil kebijakan, operator transportasi publik, dan operator penyedia ride-hailing harus berkolaborasi menghadapi situasi adaptasi kebiasaan baru ini,” kata Heru menanggapi hasil penelitian ini, pada pekan terakhir Agustus ini.

(Baca Juga: Mahfud MD Ikut Bahas Transportasi, Konektivitas Bisa Lunturkan Rasa Curiga )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!