BRICS Balik Kanan Soal Dedolarisasi: Tak Lagi Tertarik Meruntuhkan Dolar AS
Selasa, 10 Desember 2024 - 10:22 WIB
Sementara itu Jaishankar yang berbicara di Forum Doha di Qatar pada hari Sabtu, mengatakan bahwa dia "tidak yakin apa yang menjadi pemicunya" terkait komentar Trump.
Perdana Menteri India, Narendra Modi yang memiliki hubungan dekat dengan Trump, begitu juga Washington dan New Delhi "benar-benar tidak memiliki masalah yang bisa memecah belah," katanya.
"India tidak pernah melakukan dedolarisasi ," lanjutnya.
"Saat ini tidak ada proposal untuk memiliki mata uang BRICS. BRICS memang membahas transaksi keuangan, (tetapi) Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar kami dan kami tidak tertarik untuk melemahkan dolar sama sekali," bebernya.
Rusia, yang saat ini memegang kepresidenan bergilir grup BRICS, melayangkan gagasan untuk memperkenalkan mata uang bersama pada tahun 2022. Usulan itu langsung mendapatkan respons dari Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang terus menggemakan proposal Moskow tahun lalu.
Ia beralasan bahwa memiliki opsi untuk berdagang dalam mata uang cadangan lain akan mengurangi "kerentanan" negara-negara BRICS terhadap fluktuasi nilai tukar dolar.
Perdana Menteri India, Narendra Modi yang memiliki hubungan dekat dengan Trump, begitu juga Washington dan New Delhi "benar-benar tidak memiliki masalah yang bisa memecah belah," katanya.
"India tidak pernah melakukan dedolarisasi ," lanjutnya.
"Saat ini tidak ada proposal untuk memiliki mata uang BRICS. BRICS memang membahas transaksi keuangan, (tetapi) Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar kami dan kami tidak tertarik untuk melemahkan dolar sama sekali," bebernya.
Rusia, yang saat ini memegang kepresidenan bergilir grup BRICS, melayangkan gagasan untuk memperkenalkan mata uang bersama pada tahun 2022. Usulan itu langsung mendapatkan respons dari Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang terus menggemakan proposal Moskow tahun lalu.
Ia beralasan bahwa memiliki opsi untuk berdagang dalam mata uang cadangan lain akan mengurangi "kerentanan" negara-negara BRICS terhadap fluktuasi nilai tukar dolar.
Lihat Juga :