Sistem Pembayaran BRICS Jalan Terus, Ancaman Dedolarisasi Belum Usai

Sabtu, 21 Desember 2024 - 08:51 WIB
Sistem pembayaran BRICS terus dikembangkan dan akan menjadi ancaman bagi dominasi dolar AS. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Anggapan bahwa agenda dedolarisasi BRICS melambat setelah keluarnya ancaman dari Presiden terpilih AS Donald Trump ternyata tak sepenuhnya benar. BRICS ternyata masih terus mengembangkan sistem pembayaran baru yang bakal menjadi penantang dominasi dolar AS.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan kepada Pusat Analisis TASS bahwa sistem pembayaran BRICS adalah nyata, bukan hanya sekadar ide. Rusia menunjukkan kepada negara-negara lain cara melakukannya. Sistem pembayaran ini akan mengubah cara kerja perdagangan global.



Baca Juga: Trump Tebar Ancaman Soal Dedolarisasi, Begini Reaksi BRICS

"Tidak hanya ada. Ini bukan hipotesis," kata Ryabkov, menunjukkan kemajuan yang jelas dalam sistem keuangan baru tersebut, seperti dilansir WatcherGuru, Sabtu (21/12/2024).

Ryabkov menjelaskan bahwa rencana ini sekarang ada di atas meja dan yang akan dilaksanakan bukanlah pola substitusi dolar di semua penyelesaian. "Ini adalah pola untuk menciptakan sirkuit tambahan untuk bekerja dalam kondisi ketika saluran dolar utama dan terkenal gagal karena alasan di luar kendali BRICS," ungkapnya.

Sistem ini mencakup alat kliring dan asuransi baru yang bekerja tanpa kendali luar. Sistem pembayaran baru ini menunjukkan perubahan besar dalam sistem pembayaran global. "Kami juga tengah mengusahakannya – sistem asuransi transaksi, termasuk asuransi untuk pergerakan barang dan kargo, yang juga tidak bergantung pada pengaruh eksternal yang merugikan," kata Ryabkov.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!