10 Perusahaan Tambang Raksasa Penggerak Industri Global dengan Pendapatan Rp9.800 Triliun

Rabu, 08 Januari 2025 - 17:50 WIB
7. Aluminium Corporation of China Ltd. (ACHHY)

Dikenal sebagai Chalco, raksasa pertambangan China ini menghasilkan pendapatan USD32,00 miliar melalui produksi aluminium dan bauksit. Perusahaan ini juga berinvestasi pada energi terbarukan, termasuk tenaga angin dan tenaga surya. Terdaftar di Bursa OTC dengan kapitalisasi pasar USD15,01 miliar, perusahaan ini meraih imbal hasil 1 tahun yang luar biasa, yaitu 43,55%. Chalco adalah pemain kunci dalam keberlanjutan global, melayani industri seperti transportasi dan pengemasan.

8. Anglo American PLC (AAUKF)

Dengan pendapatan USD29,54 miliar, Anglo American adalah raksasa pertambangan yang berbasis di Inggris dan memproduksi berlian, platinum, tembaga, dan nikel. Dikenal dengan pertambangan yang etis, perusahaan ini mendukung infrastruktur modern dan industri energi terbarukan di seluruh dunia. Terdaftar di Bursa OTC dengan kapitalisasi pasar USD38,87 miliar, perusahaan ini memberikan imbal hasil yang solid selama 1 tahun sebesar 14,23%. Komitmen Anglo American terhadap keberlanjutan dan inovasi mengukuhkan keunggulan globalnya.

Baca Juga: Korut Sukses Tes Rudal Hipersonik, Kim Jong-un: Ditujukan untuk Cegah Perang Nuklir!

9. Hindalco Industries Ltd. (HNDNF)

Dengan pendapatan USD26,47 miliar, Hindalco adalah produsen aluminium dan tembaga terkemuka di India dan bagian dari Grup Aditya Birla. Akuisisi Novelis telah meningkatkan jejak globalnya, terutama di bidang otomotif dan kedirgantaraan. Terdaftar di Bursa OTC dengan kapitalisasi pasar sebesar USD18,36 miliar, perusahaan ini meraih imbal hasil yang mengesankan selama 1 tahun sebesar 44,64%. Fokus Hindalco pada inovasi dan keberlanjutan membuatnya menjadi pemain global utama.

10. CMOC Group Ltd. (CMCLF)

CMOC, sebelumnya bernama China Molybdenum, memperoleh pendapatan USD25,68 miliar dengan menambang logam-logam langka dan non-besi seperti tungsten dan kobalt. Beroperasi di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, materialnya sangat penting untuk energi terbarukan dan teknologi canggih. Terdaftar di Bursa OTC dengan kapitalisasi pasar sebesar USD22,08 miliar, CMOC meraih imbal hasil luar biasa selama 1 tahun sebesar 37,83%. Komitmennya terhadap keberlanjutan dan diversifikasi mengamankan posisi globalnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!