Harta Karun Tanah Jarang di Greenland Jadi Rebutan China dan AS

Rabu, 15 Januari 2025 - 13:19 WIB
Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa kemarin, Trump mengatakan pulau itu (Greenland) menjadi "kebutuhan mutlak" untuk keamanan nasional AS, dan dia tidak akan mengesampingkan langkah-langkah militer atau ekonomi untuk mendapatkannya.

Sementara itu pemerintah Greenland dengan tegas menolak rencana Trump, dengan menyebutnya "ide yang tidak masuk akal." Ditambah Denmark juga menentang proposal tersebut.

Di sisi lain Washington semakin vokal dalam memperingatkan tentang risiko yang ditimbulkan oleh dominasi China di pasar tanah jarang global. Pada tahun 2022, China menyumbang sekitar 60% dari produksi global dan 85% dari kapasitas pemrosesan tanah jarang, dan AS khawatir tentang ketergantungan global pada Beijing untuk bahan-bahan penting.

Baca Juga: RI Gentol Cari Harta Karun Logam Tanah Jarang di 30 Lokasi Perairan

China juga menganggap tanah jarang menjadi sangat penting bagi pembangunan ekonominya. Pada bulan Desember, Beijing melarang ekspor jenis mineral dan logam langka tertentu ke AS sebagai tanggapan atas pengawasan ekspor terbaru Washington pada komponen utama untuk membuat semikonduktor. Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa langkah itu "untuk menjaga keamanan nasional."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!