Respons Perintah Prabowo ke Bahlil, Kadin Ikut Kejar Produksi Minyak 1 Juta Barel/Hari

Selasa, 21 Januari 2025 - 19:33 WIB
Oleh karena itu, KADIN mendorong pemerintah untuk memastikan kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha, menciptakan stabilitas ekonomi dan politik, kepastian regulasi, penyederhanaan perizinan, pemberian insentif fiskal, serta penghapusan hambatan birokrasi yang dapat mengganggu perkembangan sektor migas.

"Jika kondisi ini terpenuhi dunia usaha dapat lebih fokus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan lifting minyak," jelas Dwi.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, Presiden dalam rapat di Hambalang akhir pekan lalu memintanya meningkatkan lifting minyak menjadi 1 juta barel per hari pada 2028-2029. Presiden menegaskan pentingnya langkah ini untuk mengatasi defisit akibat konsumsi minyak yang kini sudah mencapai 1,6 juta barel per hari, jauh di atas produksi domestik yang hanya 590 ribu barel per hari.

Baca Juga: Bahlil Ramal Target Lifting Minyak 600 Ribu BOEPD Tak Capai Target

“Kami ditargetkan pada 2028-2029 lifting kita harus mencapai 1 juta barel per hari agar kita tidak impor minyak lagi pada 2029. Penurunan lifting minyak dalam dua bulan terakhir juga menjadi perhatian serius Presiden,” pungkas Bahlil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!