Tanpa Gas dan Minyak Rusia, Harga Energi di Uni Eropa Jadi Selangit
Jum'at, 24 Januari 2025 - 07:27 WIB
Sambung Von der Leyen mengklaim bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin 'memotong pasokan gasnya' setelah konflik di Ukraina meletus pada Februari 2022.
"Impor gas kami dari Rusia turun sekitar 75%. Dan sekarang kami mengimpor dari Rusia hanya 3% dari minyak kami, dan tidak ada batu bara sama sekali," katanya.
Pada saat yang sama, von der Leyen mengakui bahwa hilangnya pasokan Rusia memperburuk krisis energi . "Kebebasan datang dengan harga. Rumah tangga dan bisnis melihat biaya energi yang sangat tinggi dan tagihan bagi banyak orang belum turun," katanya.
Seperti diketahui Uni Eropa telah memberlakukan sanksi menyeluruh terhadap Rusia dengan menargetkan sektor industri, mulai dari energi hingga keuangan. Pada tahun 2022, Rusia menangguhkan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1, dengan alasan pemeliharaan rutin yang tersendar karena kesulitan mendapatkan peralatan buatan Barat karena sanksi.
Pada September 2022, pipa kembar Nord Stream, yang membentang melalui Laut Baltik, terkena sabotase. Meskipun tidak ada yang bertanggung jawab atas serangan itu, Moskow sejak itu mengklaim bahwa AS dan Inggris berada di belakang insiden ledakan tersebut. Sementara itu baik London dan Washington membantah keterlibatan mereka.
"Impor gas kami dari Rusia turun sekitar 75%. Dan sekarang kami mengimpor dari Rusia hanya 3% dari minyak kami, dan tidak ada batu bara sama sekali," katanya.
Pada saat yang sama, von der Leyen mengakui bahwa hilangnya pasokan Rusia memperburuk krisis energi . "Kebebasan datang dengan harga. Rumah tangga dan bisnis melihat biaya energi yang sangat tinggi dan tagihan bagi banyak orang belum turun," katanya.
Seperti diketahui Uni Eropa telah memberlakukan sanksi menyeluruh terhadap Rusia dengan menargetkan sektor industri, mulai dari energi hingga keuangan. Pada tahun 2022, Rusia menangguhkan aliran gas ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1, dengan alasan pemeliharaan rutin yang tersendar karena kesulitan mendapatkan peralatan buatan Barat karena sanksi.
Pada September 2022, pipa kembar Nord Stream, yang membentang melalui Laut Baltik, terkena sabotase. Meskipun tidak ada yang bertanggung jawab atas serangan itu, Moskow sejak itu mengklaim bahwa AS dan Inggris berada di belakang insiden ledakan tersebut. Sementara itu baik London dan Washington membantah keterlibatan mereka.
Lihat Juga :