Uni Eropa Bakal Larang Ekspor Xbox dan PlayStation ke Rusia, Ini Alasannya
Rabu, 29 Januari 2025 - 21:01 WIB
Sanksi terbaru yang diusulkan bakal menargetkan pedagang di dalam blok UE yang terus mengekspor konsol game ke Rusia, termasuk penjual barang bekas. Tiga produsen konsol game terbesar – Sony, Microsoft, dan Nintendo – telah menangguhkan penjualan di Rusia menyusul penerapan sanksi Barat pada awal 2022.
Namun di tengah gencarnya sanksi Barat, bagaimanapun produk mereka terus memasuki pasar Rusia melalui impor paralel. Badan intelijen Barat dan Ukraina sebelumnya mengklaim bahwa Moskow mengadaptasi elektronik sipil untuk tujuan militer karena pembatasan komponen kelas militer.
Laporan itu mengklaim bahwa semikonduktor dari lemari es dan peralatan rumah tangga telah digunakan dalam rudal dan drone Rusia.
Di sisi lain industri game merespons proposal tersebut dengan melayangkan kritik keras. CEO perusahaan pengimpor Achivka dan kepala Asosiasi Distributor dan Importir Video Game Rusia, Yasha Haddazhi mencatat bahwa tidak ada satu pun negara Uni Eropa yang memproduksi konsol game dan mempertanyakan efektivitas dari kebijakan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada RBK, Haddazhi mengatakan, impor konsol game Rusia bahkan tidak melewati Uni Eropa. Ia menambahkan, bahwa proposal Kallas "menunjukkan kurangnya pemahaman tentang industri video game atau merupakan langkah kosong lainnya."
Namun di tengah gencarnya sanksi Barat, bagaimanapun produk mereka terus memasuki pasar Rusia melalui impor paralel. Badan intelijen Barat dan Ukraina sebelumnya mengklaim bahwa Moskow mengadaptasi elektronik sipil untuk tujuan militer karena pembatasan komponen kelas militer.
Laporan itu mengklaim bahwa semikonduktor dari lemari es dan peralatan rumah tangga telah digunakan dalam rudal dan drone Rusia.
Di sisi lain industri game merespons proposal tersebut dengan melayangkan kritik keras. CEO perusahaan pengimpor Achivka dan kepala Asosiasi Distributor dan Importir Video Game Rusia, Yasha Haddazhi mencatat bahwa tidak ada satu pun negara Uni Eropa yang memproduksi konsol game dan mempertanyakan efektivitas dari kebijakan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan kepada RBK, Haddazhi mengatakan, impor konsol game Rusia bahkan tidak melewati Uni Eropa. Ia menambahkan, bahwa proposal Kallas "menunjukkan kurangnya pemahaman tentang industri video game atau merupakan langkah kosong lainnya."
Lihat Juga :