Sah! Trump Teken Tarif Impor Tinggi dari China, Kanada, dan Meksiko

Minggu, 02 Februari 2025 - 08:32 WIB
Perintah tersebut juga akan memungkinkan tarif impor Kanada kurang dari USD800. Impor di bawah jumlah tersebut saat ini dapat menyeberang ke Amerika Serikat tanpa bea masuk dan bea keluar. "Ini tidak masuk akal secara ekonomi," ujar William Reinsch, penasihat senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional dan mantan pejabat perdagangan AS dilansir dari AP, Minggu (2/2/2025).

"Secara historis, sebagian besar tarif kami untuk bahan mentah rendah karena kami ingin mendapatkan bahan yang lebih murah agar produsen kami dapat bersaing... Sekarang, apa yang dia bicarakan? Dia berbicara tentang tarif bahan baku. Saya tidak mengerti alasan ekonominya."

Presiden Trump membuat taruhan politik besar bahwa tindakannya tidak akan secara signifikan memperburuk inflasi, menyebabkan guncangan keuangan yang dapat mengganggu kestabilan ekonomi dunia atau memicu reaksi pemilih. AP VoteCast, sebuah survei ekstensif terhadap para pemilih pada pemilu tahun lalu, menemukan bahwa AS terpecah dalam hal dukungan terhadap tarif.

Dengan tarif tersebut, Trump memenuhi janji-janji yang menjadi inti dari filosofi ekonomi dan keamanan nasionalnya. Namun, pengumuman ini menunjukkan keseriusannya terhadap isu ini karena beberapa sekutu Trump telah mengecilkan ancaman pajak impor yang lebih tinggi sebagai taktik negosiasi belaka.

Trump sedang mempersiapkan lebih banyak pajak impor sebagai tanda bahwa tarif akan menjadi bagian yang berkelanjutan dari masa jabatan keduanya. Ia menyebutkan impor chip komputer, baja, minyak dan gas alam, serta terhadap tembaga, obat-obatan farmasi dan impor dari Uni Eropa, langkah yang pada dasarnya dapat mengadu domba AS dengan sebagian besar ekonomi global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!