Bappenas Nilai ESG Danone Indonesia Bisa Jadi Referensi Global

Rabu, 05 Februari 2025 - 16:48 WIB
Vera menyampaikan, semua bisnis model yang dilakukan Danone dari hulu ke hilir selalu menghitung berapa jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Hal itu bertujuan untuk bisa menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dia mencontohkan kemasan Danone yang sudah menngunakan 100% recycle, di mana jumlah emisi karbonnya juga dihitung.

“Kemudian, kita salah satu industri yang memang punya komitmen untuk bisa memasang solar panel di seluruh pabrik. Saat ini sudah 8 pabrik kita yang menggunakannya dan kita sudah sampai 7 atau 8 pabrik. Kita pasti akan lanjutkan dengan 24 pabrik, tapi tentunya kita juga butuh kebijakan yang mendukung,” ucapnya.

Baca Juga: Danone Komitmen Perkuat Pengelolaan Air Berkelanjutan

Yang menarik buat Danone Indonesia adalah AQUA. Menurut Vera, sebagai pionir air minum dalam kemasan, Danone pertama kali yang memproduksi galon guna ulang. Ditegaskan, galon ini menggunakan standar kualitas dan keamanan yang memenuhi persyaratan.

“Pengurangan emisi dengan menggunakan galon guna ulang ini luar biasa. Kalau dari data, kemasan ini 83 persen lebih rendah emisinya dibandingkan misalnya galon serupa yang sekali pakai,” ungkapnya.

Lanjutnya, itu belum lagi beban pengurangan penggunaan virgin PET (sekali pakai) atau pengurangan beban sampah. Menurut Vera, penggunaan galon guna ulang ini juga bisa menghemat ratusan ribu ton per tahun dari penggunaan virgin PET yang baru. “Tentu ini juga sangat membantu pengurangan emisi karbon,” tukasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!