Union Chain Jembatani Kripto dengan Keuangan Tradisional di Asia Tenggara

Senin, 17 Februari 2025 - 18:19 WIB
Sementara, Alex Gluchowski, Co-Inventor ZKsync, menambahkan, "Integrasi ZKsync dengan Union Chain merupakan tonggak penting dalam evolusi teknologi blockchain. Kombinasi skalabilitas dan keamanan ZKsync dengan infrastruktur teregulasi Union Chain membawa kita selangkah lebih dekat untuk menjembatani keuangan kripto dan tradisional, serta membentuk masa depan keuangan global."

CEO InvestaX dan IX Swap Julian juga menyoroti pentingnya Union Chain dengan menyatakan, "Union Chain menghadirkan solusi Layer 2 RWA di Ethereum yang sesuai dengan standar institusional. Ekosistem ini menghubungkan jutaan pengguna kripto dengan infrastruktur keuangan yang teregulasi, sekaligus memperlancar arus likuiditas kripto ke pasar TradFi."

Baca Juga: Transaksi Jual Beli Kripto Kena PPN 12%, Efektif 1 Januari 2025

Sementara, William Sutanto, salah satu Direktur Indodax, menambahkan, Union Chain adalah terobosan besar bagi ekonomi digital Indonesia dan Asia Tenggara. Kami melihat potensi besar untuk memanfaatkan blockchain, DeFi, dan tokenisasi dalam mengatasi tantangan keuangan di pasar berkembang. "Dengan solusi pendanaan berbasis RWA yang aman dan transparan, kami mendukung pertumbuhan bisnis UKM," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!