ABB Berkomitmen Dukung Target Net Zero dan Transisi Energi Indonesia
Rabu, 05 Maret 2025 - 14:38 WIB
Indonesia masih sangat bergantung pada hidrokarbon dalam bauran energinya. Seiring dengan transisi energi yang berlangsung, upaya untuk menekan jejak karbon dari sumber energi saat ini menjadi semakin penting, sekaligus mengatasi tantangan aksesibilitas dan keamanan energi di beberapa wilayah.
Sepanjang 2024, ABB Energy Industries telah berperan penting dalam memodernisasi fasilitas energy. Baik yang berbasis bahan bakar fosil maupun energi terbarukan, dengan mengintegrasikan sistem otomasi canggih. Pembaruan ini difokuskan untuk meningkatkan keandalan pembangkit listrik, memperluas akses pasokan energi, serta meminimalkan gangguan teknis, demi menciptakan infrastruktur energi yang lebih efisien dan tangguh.
Digitalisasi dalam industri energi dapat mengatasi berbagai tantangan, seperti ketidakefisienan, tingginya biaya pemeliharaan, dan praktik yang kurang berkelanjutan. Dengan mengadopsi solusi digital canggih, industri dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional, sekaligus mendukung transisi menuju sistem yang lebih otonom.
Pemantauan aset utama dan metrik kinerja membantu meningkatkan perlindungan jaringan serta memastikan keandalan operasi pembangkit listrik, sehingga mengurangi risiko pemadaman yang tidak terduga. Bagi Indonesia, penerapan teknologi ini menjadi kunci dalam membangun sektor energi yang lebih kuat, yang mampu mendorong pertumbuhan serta mencapai target keberlanjutan.
Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB Abhinav Harikumar mengatakan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi terbesar di kawasan ini, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2050 dibandingkan dengan tingkat saat ini. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi.
Sepanjang 2024, ABB Energy Industries telah berperan penting dalam memodernisasi fasilitas energy. Baik yang berbasis bahan bakar fosil maupun energi terbarukan, dengan mengintegrasikan sistem otomasi canggih. Pembaruan ini difokuskan untuk meningkatkan keandalan pembangkit listrik, memperluas akses pasokan energi, serta meminimalkan gangguan teknis, demi menciptakan infrastruktur energi yang lebih efisien dan tangguh.
Digitalisasi dalam industri energi dapat mengatasi berbagai tantangan, seperti ketidakefisienan, tingginya biaya pemeliharaan, dan praktik yang kurang berkelanjutan. Dengan mengadopsi solusi digital canggih, industri dapat meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional, sekaligus mendukung transisi menuju sistem yang lebih otonom.
Pemantauan aset utama dan metrik kinerja membantu meningkatkan perlindungan jaringan serta memastikan keandalan operasi pembangkit listrik, sehingga mengurangi risiko pemadaman yang tidak terduga. Bagi Indonesia, penerapan teknologi ini menjadi kunci dalam membangun sektor energi yang lebih kuat, yang mampu mendorong pertumbuhan serta mencapai target keberlanjutan.
Wakil Presiden Energy Industries, Asia Tenggara, ABB Abhinav Harikumar mengatakan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi terbesar di kawasan ini, konsumsi energi Indonesia diperkirakan hampir tiga kali lipat pada 2050 dibandingkan dengan tingkat saat ini. Hal ini didorong oleh pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan industrialisasi.
Lihat Juga :