Diguncang Tarif Trump, Rupiah Merana dan Surat Utang RI Tertekan
Kamis, 13 Maret 2025 - 12:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2025. FOTO/Tangkapan Layar Youtube/Kemenkeu
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan dampak kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia. Kebijakan ini berisiko menimbulkan gangguan pada rantai pasok manufaktur, volatilitas harga komoditas serta ketidakstabilan pasar keuangan.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebijakan tarif AS yang menyasar semua negara dengan surplus perdagangan, termasuk Indonesia yang berada di peringkat 15, akan meningkatkan biaya dalam rantai pasok manufaktur dan sektor digital.
"Rantai pasoknya juga akan mengalami disrupsi, harga komoditas mengalami volatilitas, dan sentimen pasar akan terus bergejolak seperti yang terjadi pada beberapa minggu atau satu bulan terakhir," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2025, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Uni Eropa Balas Tarif Trump: Produk AS Terancam Kena Pajak 25%
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebijakan tarif AS yang menyasar semua negara dengan surplus perdagangan, termasuk Indonesia yang berada di peringkat 15, akan meningkatkan biaya dalam rantai pasok manufaktur dan sektor digital.
"Rantai pasoknya juga akan mengalami disrupsi, harga komoditas mengalami volatilitas, dan sentimen pasar akan terus bergejolak seperti yang terjadi pada beberapa minggu atau satu bulan terakhir," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2025, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Uni Eropa Balas Tarif Trump: Produk AS Terancam Kena Pajak 25%
Lihat Juga :