UMKM Jangan Dipandang Sebelah Mata, Menteri Maman Minta Ganti Kata Pelaku jadi Pengusaha
Senin, 17 Maret 2025 - 14:54 WIB
Maman juga menekankan pentingnya merubah pola pikir dalam membangun sektor UMKM di Indonesia. Ia mengibaratkan UMKM seperti semut yang tersebar di seluruh negeri harus diakomodir dengan pendekatan yang berbeda, yakni dengan menciptakan daya tarik agar UMKM datang kepada pemerintah dan lembaga terkait.
"Kita harus menciptakan gula. Salah satunya adalah dengan menghadirkan program-program yang menarik, seperti yang dilakukan Sampurna. Keberadaan pemerintah di sini adalah mempertajam dan mempermanis gula tersebut agar pengusaha UMKM datang dan membentuk klasterisasi," jelasnya.
Salah satu langkah konkret yang tengah diupayakan adalah digitalisasi UMKM melalui program Sapa UMKM. Maman mengibaratkan dirinya sebagai dokter yang harus memahami riwayat kesehatan pasiennya sebelum memberikan diagnosis dan solusi.
"Hari ini, meski kita sudah mencapai banyak kemajuan, kita masih menghadapi tantangan besar, yaitu belum adanya sistem pendataan yang terintegrasi secara nasional. Hampir seluruh institusi, baik swasta maupun BUMN, telah berkontribusi luar biasa. Namun, tanpa integrasi dan sentralisasi data, kita belum bisa mendiagnosis secara akurat masalah yang dihadapi UMKM," paparnya.
Sebagai solusi, pihaknya tengah mengembangkan Super App Sapa UMKM, sebuah platform digital yang akan mengintegrasikan seluruh data dan mitra terkait UMKM. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengusaha UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses pasar dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
"Kita harus menciptakan gula. Salah satunya adalah dengan menghadirkan program-program yang menarik, seperti yang dilakukan Sampurna. Keberadaan pemerintah di sini adalah mempertajam dan mempermanis gula tersebut agar pengusaha UMKM datang dan membentuk klasterisasi," jelasnya.
Salah satu langkah konkret yang tengah diupayakan adalah digitalisasi UMKM melalui program Sapa UMKM. Maman mengibaratkan dirinya sebagai dokter yang harus memahami riwayat kesehatan pasiennya sebelum memberikan diagnosis dan solusi.
"Hari ini, meski kita sudah mencapai banyak kemajuan, kita masih menghadapi tantangan besar, yaitu belum adanya sistem pendataan yang terintegrasi secara nasional. Hampir seluruh institusi, baik swasta maupun BUMN, telah berkontribusi luar biasa. Namun, tanpa integrasi dan sentralisasi data, kita belum bisa mendiagnosis secara akurat masalah yang dihadapi UMKM," paparnya.
Sebagai solusi, pihaknya tengah mengembangkan Super App Sapa UMKM, sebuah platform digital yang akan mengintegrasikan seluruh data dan mitra terkait UMKM. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengusaha UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses pasar dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Lihat Juga :