Mata Uang yang Paling Banyak Dipalsukan di Dunia, Dolar AS Jadi Target Utama

Senin, 17 Maret 2025 - 22:30 WIB
6. Peso Filipina

Pada tahun 2021, Bangko Sentral ng Pilipinas melaporkan tingkat pemalsuan sebesar 7,9 ppm, dengan 19 orang didakwa melakukan penipuan. Pada 2023, jumlah kasus pemalsuan meningkat, dengan 25 orang ditangkap dan tingkat ppm naik menjadi 12,2. Uang kertas Peso Filipina kini telah beralih dari kertas menjadi bahan polimer yang lebih sulit dipalsukan, dilengkapi dengan titik sentuh, elemen logam, dan perubahan warna saat dimiringkan.

7. Dolar Selandia Baru

Tingkat pemalsuan mata uang di Selandia Baru meningkat tajam pada tahun 2024, dengan tingkat ppm mencapai 14,34 naik 300% dibandingkan dua tahun sebelumnya. Uang kertas NZ$50 adalah yang paling banyak dipalsukan, dan hal ini terkait dengan semakin jarangnya penggunaan uang tunai oleh masyarakat.

8. Euro

Sebagai salah satu mata uang yang paling banyak digunakan di dunia, Euro rentan terhadap pemalsuan. Bank Sentral Eropa melaporkan bahwa pada tahun 2023, sekitar 467.000 lembar uang palsu berhasil dihapus dari peredaran, dengan tingkat pemalsuan mencapai 16 ppm. Uang kertas Euro dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan, termasuk tanda air, benang pengaman, dan hologram potret.

9. Pound Inggris

Pound Inggris juga termasuk dalam daftar mata uang yang sering dipalsukan, dengan tingkat pemalsuan sekitar 25 ppm. Bank of England telah mengganti uang kertas dengan bahan polimer yang lebih aman, serta menambahkan fitur hologram yang sangat sulit untuk dipalsukan. Pada uang kertas £50, misalnya, gambar berubah antara angka '50' dan simbol '£' saat dilihat dari berbagai sudut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!