Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
Kamis, 03 April 2025 - 13:13 WIB
Angka surplus perdagangan non-migas Indonesia dengan AS mencapai USD2,55 miliar per Januari-Februari 2025. Secara nominal, AS menjadi top 10 atau berada di urutan ke-7 mitra dagang Indonesia pada periode yang sama.
Baca Juga: Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
"Produk ekspor utama meliputi garmen, alas kaki, peralatan listrik dan minyak nabati. Dengan demikian, perlu cermati bagaimana tarif ini kepada potensi subtitusi Indonesia untuk produk-produk tersebut, khususnya India, Malaysia, China dan sejumlah negara ASEAN lain," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (3/4/2025).
Lebih lanjut, tarif yang lebih tinggi yang ditetapkan Trump akan memukul perusahaan asing yang menjual lebih banyak barang ke Amerika Serikat daripada yang mereka beli. Pemerintah pada dasarnya menghitung tarifnya untuk menaikkan pendapatan yang sama besarnya dengan ketidakseimbangan perdagangan dengan negara-negara tersebut.
Baca Juga: Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
"Produk ekspor utama meliputi garmen, alas kaki, peralatan listrik dan minyak nabati. Dengan demikian, perlu cermati bagaimana tarif ini kepada potensi subtitusi Indonesia untuk produk-produk tersebut, khususnya India, Malaysia, China dan sejumlah negara ASEAN lain," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (3/4/2025).
Lebih lanjut, tarif yang lebih tinggi yang ditetapkan Trump akan memukul perusahaan asing yang menjual lebih banyak barang ke Amerika Serikat daripada yang mereka beli. Pemerintah pada dasarnya menghitung tarifnya untuk menaikkan pendapatan yang sama besarnya dengan ketidakseimbangan perdagangan dengan negara-negara tersebut.
(fjo)
Lihat Juga :