Jangan Harap Trump Cabut Kebijakan Tarif Impor, Perang Dagang Global Bakal Panjang

Minggu, 06 April 2025 - 10:16 WIB
Presiden tetap bersikeras, bahkan ketika tarif impor baru menghantam pasar saham AS hingga menyentuh level terburuk sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, dimana Dow Jones anjlok 2.231 poin pada hari Jumat.

Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell mengatakan, bahwa dampak kenaikan tarif semakin jelas, bakal berdampak lebih besar dari prediksi sebelumnya.

"Sementara itu tarif sangat mungkin membuat kenaikan sementara dalam inflasi, mungkin juga efeknya bisa lebih persisten," tambah Powell.

Sementara itu Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt membantah, bahwa pembatasan itu akan merugikan bisnis AS. "Tidak akan ada rasa sakit bagi perusahaan milik Amerika dan pekerja Amerika, karena pekerjaan mereka akan kembali ke rumah, dan sekali lagi, untuk harga, Presiden Trump sedang mengerjakan pemotongan pajak untuk mengembalikan lebih banyak uang ke kantong orang Amerika," katanya kepada NewsNation pada hari Kamis.

Pada 2 April, Trump mengumumkan tarif dasar 10% pada semua impor dan bea masuk "timbal balik" tambahan pada lusinan negara yang menurutnya memiliki ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil dengan AS. Presiden berpendapat bahwa banyak negara "menipu" warga Amerika melalui "kebijakan berbahaya seperti manipulasi mata uang dan pajak pertambahan yang nilainya selangit."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!