WTO: Perang Tarif, Perdagangan AS-China Bisa Terpangkas hingga 80 Persen
Kamis, 10 April 2025 - 13:44 WIB
"Proyeksi awal kami menunjukkan bahwa perdagangan barang antara kedua ekonomi ini dapat menurun hingga 80 persen," kata Okonjo-Iweala seperti dilansir AFP, Kamis (10/4/2025).
Dia menambahkan, Amerika Serikat dan China bersama-sama menyumbang 3 persen dari perdagangan dunia. Karenanya, konflik antara kedua negara tersebut dapat "sangat merusak prospek ekonomi global".
Okonjo-Iweala memperingatkan bahwa ekonomi dunia berisiko terpecah menjadi dua blok, di mana satu akan berpusat di sekitar Amerika Serikat dan yang lainnya di sekitar China. "Yang menjadi perhatian khusus adalah potensi fragmentasi perdagangan global di sepanjang garis geopolitik. Pembagian ekonomi global menjadi dua blok dapat menyebabkan pengurangan jangka panjang dalam PDB riil global hingga hampir7 persen," katanya.
Dia pun mendesak semua anggota WTO untuk mengatasi tantangan ini melalui kerja sama dan dialog. "Sangat penting bagi komunitas global untuk bekerja sama guna menjaga keterbukaan sistem perdagangan internasional," tegas Okonjo-Iweala.
Baca Juga: Pengamat: Korban Terparah dari Tarif Trump adalah Produsen Mobil AS
Dia menambahkan, Amerika Serikat dan China bersama-sama menyumbang 3 persen dari perdagangan dunia. Karenanya, konflik antara kedua negara tersebut dapat "sangat merusak prospek ekonomi global".
Okonjo-Iweala memperingatkan bahwa ekonomi dunia berisiko terpecah menjadi dua blok, di mana satu akan berpusat di sekitar Amerika Serikat dan yang lainnya di sekitar China. "Yang menjadi perhatian khusus adalah potensi fragmentasi perdagangan global di sepanjang garis geopolitik. Pembagian ekonomi global menjadi dua blok dapat menyebabkan pengurangan jangka panjang dalam PDB riil global hingga hampir7 persen," katanya.
Dia pun mendesak semua anggota WTO untuk mengatasi tantangan ini melalui kerja sama dan dialog. "Sangat penting bagi komunitas global untuk bekerja sama guna menjaga keterbukaan sistem perdagangan internasional," tegas Okonjo-Iweala.
Baca Juga: Pengamat: Korban Terparah dari Tarif Trump adalah Produsen Mobil AS
Lihat Juga :