Gokil, Harga Emas Diramal Tembus Rp2,1 Juta per Gram

Minggu, 13 April 2025 - 21:51 WIB
Ibrahim menjelaskan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa yang masih berlangsung serta potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi pemicu utama lonjakan harga emas.

“Tiongkok kemungkinan besar akan menarik obligasi. Amerika kemungkinan besar akan melakukan buyback dan menjualnya dengan harga murah. Ini membuat tensi geopolitik memanas dan dimanfaatkan oleh para investor untuk membeli logam mulia,” jelasnya.

Selain faktor geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed turut mendorong daya tarik emas. Dengan inflasi AS yang terus menurun-terakhir tercatat di angka 2,5%-, Ibrahim memperkirakan The Fed bisa menurunkan suku bunga lebih dari tiga kali dalam tahun ini.

“Nah pada saat The Fed menurunkan lebih dari tiga kali, indikasinya harga emas dunia akan terus melambung naik,” ujarnya.

Ibrahim juga menyoroti potensi sentimen positif dari kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia. Ia menyebut bahwa Indonesia tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencapai solusi bersama terkait tarif impor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!