Bitcoin Stabil di Tengah Tekanan Geopolitik dan Optimisme Kebijakan AS

Senin, 21 April 2025 - 12:04 WIB
Di sisi lain, pasar juga mendapat dorongan positif dari masuknya dana baru ke dalam produk ETF Bitcoin spot. Pada 14 April 2025, ETF ini mencatat arus masuk sebesar USD1,47 juta, setelah sebelumnya mengalami arus keluar selama tujuh hari berturut-turut.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengomentari dinamika yang terjadi di pasar kripto saat ini. Ia menyebut bahwa volatilitas harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir, termasuk saat sempat menyentuh level USD86.000 sebelum terkoreksi kembali di bawah USD84.000, merupakan respons pasar terhadap ketidakpastian arah kebijakan perdagangan global serta minimnya likuiditas pada akhir pekan.

"Kenaikan singkat ke level USD86.000 beberapa waktu lalu dipicu oleh reaksi pasar terhadap kabar pengecualian tarif yang memberi angin segar sementara. Namun, rendahnya likuiditas akhir pekan dan belum jelasnya arah kebijakan perdagangan AS membuat pasar kembali ragu, sehingga harga terkoreksi secara alami," jelas Oscar melalui pernyataannya, Senin (21/4/2025).

Baca Juga: Pecah Rekor Lagi, Harga Emas Antam Menjulang Nyaris Rp2 Juta per Gram

Lebih lanjut, Oscar menilai bahwa meningkatnya adopsi institusional, baik melalui ETF maupun potensi kebijakan pemerintah AS, menunjukkan bahwa Bitcoin kini mulai dipertimbangkan secara serius oleh para pengambil kebijakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!