IMF Pangkas Proyeksi PDB 3 Negara Ekonomi Utama Asia
Rabu, 23 April 2025 - 14:37 WIB
Prakiraan IMF muncul di tengah tren yang lebih luas dari perusahaan riset dan bank yang memangkas prakiraan pertumbuhan untuk ekonomi Asia. Awal April lalu, ekonom Goldman Sachs menurunkan prakiraan mereka untukPDB Chinatahun ini menjadi 4,0% dari 4,5%, dengan alasan dampak dari peningkatan tarif AS pada barang-barang China.
Demikian pula Natixis yang juga memangkas perkiraan PDB China menjadi 4,2% tahun ini, turun dari 4,7% sebelumnya. Lembaga pemeringkat Fitch juga dilaporkan memangkas perkiraan pertumbuhan India menjadi 6,2% dari 6,3%, dengan alasan memburuknya lingkungan ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang AS-China yang semakin memanas.
Sejak menjabat pada 20 Januari, Presiden AS Donald Trump telah mengenakan tarif impor baja, aluminium, dan mobil, sebelum mengumumkan tarif resiprokal besar-besaran pada hampir setiap negara di dunia pada 2 April. Hampir seminggu kemudian, Trump menangguhkan tarifresiprokal ini, namun tetap menyisakan bea masuk dasar sebesar 10% pada semua negara, kecuali China.
Baca Juga: Paus Fransiskus akan Dimakamkan pada Hari Sabtu 26 April
Setelah saling berbalas tarif tinggi, eskalasi perang tarif kedua negara masuk ke tahap yang tak terbayangkan sebelumnya. Trump menetapkan bea masuk AS pada China mencapai 245% pada beberapa barang, sementara China membalas denganmengenakan bea masuk sebesar 125% pada impor AS, dan siap untuk meladeni AS sampai akhir.
Demikian pula Natixis yang juga memangkas perkiraan PDB China menjadi 4,2% tahun ini, turun dari 4,7% sebelumnya. Lembaga pemeringkat Fitch juga dilaporkan memangkas perkiraan pertumbuhan India menjadi 6,2% dari 6,3%, dengan alasan memburuknya lingkungan ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang AS-China yang semakin memanas.
Sejak menjabat pada 20 Januari, Presiden AS Donald Trump telah mengenakan tarif impor baja, aluminium, dan mobil, sebelum mengumumkan tarif resiprokal besar-besaran pada hampir setiap negara di dunia pada 2 April. Hampir seminggu kemudian, Trump menangguhkan tarifresiprokal ini, namun tetap menyisakan bea masuk dasar sebesar 10% pada semua negara, kecuali China.
Baca Juga: Paus Fransiskus akan Dimakamkan pada Hari Sabtu 26 April
Setelah saling berbalas tarif tinggi, eskalasi perang tarif kedua negara masuk ke tahap yang tak terbayangkan sebelumnya. Trump menetapkan bea masuk AS pada China mencapai 245% pada beberapa barang, sementara China membalas denganmengenakan bea masuk sebesar 125% pada impor AS, dan siap untuk meladeni AS sampai akhir.
Lihat Juga :