Ini Sosok Mantan Presiden AS yang Mengilhami Trump Kobarkan Perang Tarif
Kamis, 24 April 2025 - 10:13 WIB
Terbaru, Trump meluncurkan tarif yang ia sebut sebagai "Hari Pembebasan", yang akan memengaruhi berbagai produk di hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Pengumuman tersebut, yang disampaikan pada Rabu, kembali mengguncang pasar global dan memicu kekhawatiran akan naiknya harga-harga kebutuhan di Amerika Serikat.
Baca Juga: China Lancarkan Serangan ke AS, Swasta Jadi Korban Perang Tarif
Namun, kebijakan tarif tidak selalu menghasilkan efek yang diharapkan. Sejarah mencatat, ketika McKinley masih menjabat sebagai anggota Kongres dari Ohio, kebijakan tarifnya memang berdampak besar terhadap ekonomi, tetapi juga menuai ketidakpuasan publik. Dalam pemilu sela tahun 1890, banyak anggota Partai Republik kehilangan kursi mereka, termasuk McKinley yang kemudian mengubah pandangannya tentang perdagangan luar negeri setelah menjadi presiden.
"Ini adalah proteksionisme pada puncaknya," ujar William K. Bolt, profesor sejarah di Francis Marion University, South Carolina, kepada Business Insider. "Dan ada reaksi politik yang signifikan terhadapnya."
Baca Juga: China Lancarkan Serangan ke AS, Swasta Jadi Korban Perang Tarif
Namun, kebijakan tarif tidak selalu menghasilkan efek yang diharapkan. Sejarah mencatat, ketika McKinley masih menjabat sebagai anggota Kongres dari Ohio, kebijakan tarifnya memang berdampak besar terhadap ekonomi, tetapi juga menuai ketidakpuasan publik. Dalam pemilu sela tahun 1890, banyak anggota Partai Republik kehilangan kursi mereka, termasuk McKinley yang kemudian mengubah pandangannya tentang perdagangan luar negeri setelah menjadi presiden.
"Ini adalah proteksionisme pada puncaknya," ujar William K. Bolt, profesor sejarah di Francis Marion University, South Carolina, kepada Business Insider. "Dan ada reaksi politik yang signifikan terhadapnya."
(nng)
Lihat Juga :