Dampak Perang Dagang, DPR Dorong Impor Gas Penuhi Kebutuhan Industri
Senin, 28 April 2025 - 21:48 WIB
Dia menjelaskan, ditolaknya ekspor gas dari AS ke China menyebabkan kelebihan pasokan yang berdampak pada penurunan harga minyak mentah dan gas. "Terbukti crude anjlok, gas juga anjlok. Agak luar biasa ini. Sementara kita bisa impor, mungkin. Tapi sekali lagi, pemanfaatan gas dalam negeri tetap menjadi perhatian sebagaimana komitmen pemerintahan Prabowo–Gibran," ujarnya.
Menurut Sugeng, saat ini terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas di dalam negeri. Penurunan pasokan gas pipa dari sumber eksisting akibat penurunan alamiah menjadi perhatian utama.
Padahal, kebutuhan gas untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan bahan baku pupuk harus tetap terjaga. "Bukan hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga ketahanan pangan," tegasnya.
Anggota Komisi XII dari Fraksi PKB, Iyeth Bustami menambahkan bahwa opsi impor gas bumi bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan infrastruktur dalam negeri rampung. Infrastruktur ini meliputi integrasi jaringan pipa gas wilayah Barat dan Timur serta pengembangan sumber gas baru di wilayah Indonesia Timur. "Maka yang terpenting untuk sementara ini adalah bagaimana supaya pasokannya menjadi lancar," katanya.
Senada, Alfons Manibui dari Fraksi Golkar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur gas harus memajukan seluruh wilayah Indonesia secara merata. "Sekarang timbangannya lebih berat di Barat. Harus dibuat setara. Ini aspek filosofis yang penting," ujarnya.
Menurut Sugeng, saat ini terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas di dalam negeri. Penurunan pasokan gas pipa dari sumber eksisting akibat penurunan alamiah menjadi perhatian utama.
Padahal, kebutuhan gas untuk sektor industri, pembangkit listrik, dan bahan baku pupuk harus tetap terjaga. "Bukan hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga ketahanan pangan," tegasnya.
Anggota Komisi XII dari Fraksi PKB, Iyeth Bustami menambahkan bahwa opsi impor gas bumi bisa menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan infrastruktur dalam negeri rampung. Infrastruktur ini meliputi integrasi jaringan pipa gas wilayah Barat dan Timur serta pengembangan sumber gas baru di wilayah Indonesia Timur. "Maka yang terpenting untuk sementara ini adalah bagaimana supaya pasokannya menjadi lancar," katanya.
Senada, Alfons Manibui dari Fraksi Golkar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur gas harus memajukan seluruh wilayah Indonesia secara merata. "Sekarang timbangannya lebih berat di Barat. Harus dibuat setara. Ini aspek filosofis yang penting," ujarnya.
Lihat Juga :