Meski Ekonomi Lesu, Rupiah Semringah ke Rp16.761 Tersengat Tarif Trump
Selasa, 29 April 2025 - 16:26 WIB
Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan belanja pemerintah pusat sebesar 3,37 persen yoy menjadi Rp413,2 triliun, termasuk belanja kementerian/lembaga (K/L) yang menyusut 11,75 persen yoy menjadi Rp217,1 triliun.
"Lambatnya realisasi belanja pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi domestik. Namun, untuk pasar valuta asing, sentimen eksternal saat ini menjadi faktor dominan," jelas Ibrahim.
Baca Juga: Saling Silang AS-China Soal Tarif, Rupiah Terguncang ke Rp16.855
Dengan realisasi fiskal yang belum optimal dan berbagai tekanan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 diperkirakan hanya berada di kisaran 4,5 persen hingga 4,75 persen lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2024 yang mencapai 5,02 persen. Sebelumnya, proyeksi awal berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,0 persen.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp16.700 - Rp16.770 per dolar AS.
"Lambatnya realisasi belanja pemerintah menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi domestik. Namun, untuk pasar valuta asing, sentimen eksternal saat ini menjadi faktor dominan," jelas Ibrahim.
Baca Juga: Saling Silang AS-China Soal Tarif, Rupiah Terguncang ke Rp16.855
Dengan realisasi fiskal yang belum optimal dan berbagai tekanan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 diperkirakan hanya berada di kisaran 4,5 persen hingga 4,75 persen lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2024 yang mencapai 5,02 persen. Sebelumnya, proyeksi awal berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,0 persen.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp16.700 - Rp16.770 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :