Rangkul Keberagaman, Kementan Gelar Grand Final YAA 2025

Rabu, 30 April 2025 - 17:26 WIB
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Program YESS hadir untuk mempercepat proses regenerasi petani. Ia menegaskan bahwa jika negara tidak menyiapkan generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian, maka akan terjadi kekosongan pelaku usaha tani di masa depan.

“Petani tua akan berkurang secara alamiah, dan tanpa regenerasi yang dirancang dengan baik, kita bisa kehilangan keberlanjutan,” ujarnya.

Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya acara ini sebagai wadah generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam sektor pertanian dan mempromosikannya secara luas.

“Tujuan utama dari acara Young Ambassador Agriculture ini adalah mendorong generasi muda agar terlibat langsung dalam pembangunan pertanian sekaligus menjadi agen promosi pertanian kepada masyarakat luas,” kata Amin.

Acara ini bukan hanya merangkul keberagaman, tetapi juga menyambut inklusivitas dengan membuka ruang bagi penyandang disabilitas. Salah satu peserta, Rahmadi, petani pepaya dari Tanah Laut, Kalimantan Selatan, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan hambatan untuk maju. “Alhamdulillah, tidak ada perbedaan antara saya dengan peserta lain,” ujarnya.

Baca Juga: Regenerasi Petani Kementan Dipuji IFAD, Siap Ditularkan ke Negara Lain
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!