Setelah AS-China Berdamai, Siapa yang Akan Jadi Korban Tarif Berikutnya?

Selasa, 13 Mei 2025 - 15:53 WIB
Dilansir dari Watcher Guru, India dan AS sebelumnya telah menyelesaikan kerangka acuan untuk kesepakatan perdagangan baru, sementara Brasil dan Afrika Selatan masih menghadapi tarif 10 persen. Rusia menjadi satu-satunya anggota BRICS yang dikecualikan dari rencana tarif awal Amerika Serikat, menempatkan negara tersebut dalam posisi tawar yang kuat.

Di sisi lain, Uni Eropa diprediksi akan menjadi pihak berikutnya yang masuk dalam agenda negosiasi dagang AS. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut Uni Eropa lebih keras dalam taktik negosiasi dibandingkan China. Hal ini menandakan bahwa potensi eskalasi perang tarif masih membayangi negara-negara besar lainnya.

Baca Juga: AS-China Sepakat Turunkan Tarif Impor, Ini 5 Poin Pentingnya

Meski demikian, persatuan yang ditunjukkan oleh BRICS membuat banyak pengamat yakin bahwa kesepakatan keringanan tarif hanya tinggal menunggu waktu. Apalagi, blok ini tengah mempertimbangkan untuk memperluas keanggotaan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2025 mendatang.

Optimisme tetap ada di tengah ketegangan perdagangan global, terutama dengan adanya jeda tarif antara AS dan China. Namun, negara-negara lain kini harus bersiap menghadapi kemungkinan menjadi target kebijakan tarif berikutnya dari AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!