Jegal Dominasi China, Segini Harta Karun Tanah Jarang Milik Negara Tetangga RI
Rabu, 14 Mei 2025 - 02:03 WIB
Perluasan pabrik Mt Weld dijadwalkan selesai pada tahun 2025, menurut Mining Database Online (MDO). MDO juga melaporkan bahwa fasilitas pengolahan tanah jarang baru perusahaan di Kalgoorlie sudah mulai berproduksi pada pertengahan 2024, memproduksi pakan karbonat tanah jarang campuran untuk pabrik Lynas di Malaysia.
Tambang tanah jarang Yangibana dari Hastings Technology Metals siap digarap, dan perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian offtake dengan Baotou Sky Rock untuk konsentrat yang diproduksi di tambang. Hastings memperkirakan operasi tersebut dapat menghasilkan hingga 37.000 MT konsentrat tanah jarang setiap tahun dan mengirimkan konsentrat pertama pada Q4 2026.
Masa depan mineral penting Australia tampak ambivalen. Strategi yang dulunya mudah, di mana kerja sama ekonomi dengan China dapat hidup berdampingan dengan kemitraan keamanan dengan AS, kini menghadapi tantangan yang signifikan.
Pilihan biner antara melepaskan diri dari China dan tetap bergantung padanya, serta tekanan yang semakin besar pada Australia untuk memilih di mana ia berdiri, membuat penerapan kebijakan melayani kepentingan Canberra menjadi lebih sulit.
Baca Juga: China Jago Lobi Trump, Apa Peran Harta Karun Tanah Jarang di Baliknya?
Situasi ini akan terus berlanjut kecuali ada penurunan ketegangan global AS–China, sebuah skenario yang tampaknya tidak mungkin. Namun nyatanya AS dan China bisa mencapai kata sepakat soal tarif, apakah hal itu bakal mempengaruhi ambisi Australia untuk meredam dominasi China di logam tanah jarang.
Tambang tanah jarang Yangibana dari Hastings Technology Metals siap digarap, dan perusahaan baru-baru ini menandatangani perjanjian offtake dengan Baotou Sky Rock untuk konsentrat yang diproduksi di tambang. Hastings memperkirakan operasi tersebut dapat menghasilkan hingga 37.000 MT konsentrat tanah jarang setiap tahun dan mengirimkan konsentrat pertama pada Q4 2026.
Masa depan mineral penting Australia tampak ambivalen. Strategi yang dulunya mudah, di mana kerja sama ekonomi dengan China dapat hidup berdampingan dengan kemitraan keamanan dengan AS, kini menghadapi tantangan yang signifikan.
Pilihan biner antara melepaskan diri dari China dan tetap bergantung padanya, serta tekanan yang semakin besar pada Australia untuk memilih di mana ia berdiri, membuat penerapan kebijakan melayani kepentingan Canberra menjadi lebih sulit.
Baca Juga: China Jago Lobi Trump, Apa Peran Harta Karun Tanah Jarang di Baliknya?
Situasi ini akan terus berlanjut kecuali ada penurunan ketegangan global AS–China, sebuah skenario yang tampaknya tidak mungkin. Namun nyatanya AS dan China bisa mencapai kata sepakat soal tarif, apakah hal itu bakal mempengaruhi ambisi Australia untuk meredam dominasi China di logam tanah jarang.
(akr)
Lihat Juga :