Jegal Dominasi China, Segini Harta Karun Tanah Jarang Milik Negara Tetangga RI

Rabu, 14 Mei 2025 - 02:03 WIB
Rare earth atau logam tanah langka menjadi bisnis besar bagi perusahaan-perusahaan China. Pada tahun 2024, total ekspor mineral langka mereka naik 6% menjadi 55.431 ton metrik, menurut Reuters.

Namun karena sebagai komoditas dengan harga yang berfluktuasi, nilai ekspor tersebut turun 36% menjadi USD488 juta. Perang dagang AS-China yang memanas menjadi pukulan telak buat industri rare-earth China dari dua sisi, untuk membuatnya lebih mahal bagi pembeli asing dan rumitnya perizinan.

Di tengah simbiosis mutualisme AS dan China soal urusan logam tanah jarang, salah satu negara Asia mencoba menjegal dominasi Negeri berjuluk Negeri Tirai Bambu.

Ketegangan AS dan China belakangan terus meningkat dan upaya untuk menjalin persahabatan dengan rantai pasokan semakin cepat. Maka Australia terpaksa membuat pilihan yang sulit terkait masa depan strategi mineral pentingnya.

Lantas apakah Australia mampu menjatuhkan dominasi China dalam memasok logam tanah jarang kepada dunia dan domestik? berapakah deposit rare earth yang dimiliki Australia?

Deposit Tanah Jarang Australia

Australia menguasai harta karun tanah jarang terbesar keempat di dunia, yaitu mencapai 5,7 juta metrik ton. Negara tetangga Indonesia ini juga mendapatkan label sebagai negara dengan pertambangan tanah jarang terbesar keempat yang mampu memproduksi 13.000 MT.

Logam tanah jarang ditambang di Australia sejak 2007, tetapi diperkirakan ekstraksinya akan meningkat ke depannya. Lynas Rare Earths mengoperasikan tambang dan pabrik konsentrasi Mount Weld di negara ini serta fasilitas penyulingan dan pengolahan tanah jarang di Malaysia. Perusahaan ini dianggap sebagai pemasok tanah jarang non-China terbesar di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!