Trump Kembali Berkuasa, Fenomena 'Kabur Aja Dulu' Meledak di AS

Senin, 26 Mei 2025 - 21:58 WIB
Zeena Luchowa, mitra di Laura Devine Immigration, menambahkan, lonjakan ini bukan sekedar keinginan pindah kewarganegaraan, melainkan juga relokasi jangka panjang. "Ini tentang mencari stabilitas," ujar dia.

Lonjakan serupa pernah terjadi pada 2020, saat Trump masih menjabat dan pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, lebih dari 5.800 warga AS melepas kewarganegaraan dalam enam bulan—hampir tiga kali lipat dibanding total 2019, menurut Bambridge Accountants.

Baca Juga: Kepalanya Dihargai Amerika Rp16,2 Miliar, Bos Kartel Narkoba Ini Dihabisi di Meksiko

Kini, dengan kembalinya Trump ke Gedung Putih, gelombang serupa terulang. Banyak warga AS yang khawatir dengan kebijakan dalam negeri dan polarisasi politik yang semakin tajam. Meski menjadi tujuan utama, Inggris justru sedang memperketat aturan imigrasi.

Perdana Menteri Keir Starmer berencana meningkatkan standar migrasi legal dan memperpanjang waktu tunggu kewarganegaraan. Negara Eropa lain seperti Italia juga memberlakukan aturan lebih ketat, termasuk menghapus jalur kewarganegaraan melalui garis keturunan buyut. Namun, hal ini tidak menyurutkan minat warga AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!