India Cari Cara Memblokir Investasi Pakistan Rp9,4 Triliun di Bank BRICS
Selasa, 27 Mei 2025 - 10:18 WIB
Menurut Business Standard, India akan mengangkat isu ini dalam pertemuan IMF untuk mereview paket bailout senilai USD7 miliar yang diberikan kepada negara Asia Selatan yang hampir bangkrut itu pada Juli 2024. Berbeda dari praktik biasanya yang abstain dari diskusi mengenai permohonan pinjaman Pakistan di IMF, India kemungkinan akan mengungkapkan keberatannya terhadap perjanjian yang diusulkan dengan NDB kali ini, demikian diungkap laporan tersebut.
India menilai Pakistan tidak konsisten, dengan menunjukkan bahwa sementara menerima pinjaman IMF untuk mengurangi risiko kebangkrutan, negara itu secara bersamaan merencanakan untuk berinvestasi di pemberi pinjaman lain, NDB. New Delhi kemungkinan akan berargumen bahwa hal itu sebagai 'omong kosong ganda' dan tidak dapat diterima, klaim laporan.
Selain itu Pakistan juga secara resmi telah meminta keanggotaan BRICS, kelompok yang awalnya dibentuk oleh lima ekonomi yang sedang berkembang, yang mencakup saingannya India di samping Brasil, Rusia, China, dan Afrika Selatan.
BRICS telah berkembang dalam dua tahun terakhir dengan memasukkan banyak negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Di sisi lain Arab Saudi belum secara resmi bergabung, meski sudah menerima undangan keanggotaan. Sejumlah negara lain, termasuk Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan, juga memperoleh status sebagai 'negara mitra' BRICS.
Namun, potensi bergabungnya Pakistan kemungkinan akan terhalang oleh India karena hubungan antara kedua tetangga sangat tegang. Baca Juga: Dapat Anggota Baru, BRICS New Development Bank Makin Kuat
India menilai Pakistan tidak konsisten, dengan menunjukkan bahwa sementara menerima pinjaman IMF untuk mengurangi risiko kebangkrutan, negara itu secara bersamaan merencanakan untuk berinvestasi di pemberi pinjaman lain, NDB. New Delhi kemungkinan akan berargumen bahwa hal itu sebagai 'omong kosong ganda' dan tidak dapat diterima, klaim laporan.
Selain itu Pakistan juga secara resmi telah meminta keanggotaan BRICS, kelompok yang awalnya dibentuk oleh lima ekonomi yang sedang berkembang, yang mencakup saingannya India di samping Brasil, Rusia, China, dan Afrika Selatan.
BRICS telah berkembang dalam dua tahun terakhir dengan memasukkan banyak negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia. Di sisi lain Arab Saudi belum secara resmi bergabung, meski sudah menerima undangan keanggotaan. Sejumlah negara lain, termasuk Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, dan Uzbekistan, juga memperoleh status sebagai 'negara mitra' BRICS.
Namun, potensi bergabungnya Pakistan kemungkinan akan terhalang oleh India karena hubungan antara kedua tetangga sangat tegang. Baca Juga: Dapat Anggota Baru, BRICS New Development Bank Makin Kuat
Lihat Juga :