Banding Dikabulkan, Tarif Trump Kembali Hantui Perdagangan Global
Jum'at, 30 Mei 2025 - 15:38 WIB
Pasar keuangan menyambut putusan pengadilan perdagangan dengan hati-hati, meski penguatan saham pada Kamis dibatasi oleh ekspektasi bahwa banding akan memakan waktu lama. Analis menilai ketidakpastian masih tinggi, terutama karena tarif-tarif itu telah mengakibatkan kerugian lebih dari USD34 miliar bagi pelaku usaha.
Baca Juga: Efek Tarif Trump, Kas Pemerintah AS Bertambah Rp359 Triliun
Beberapa tarif sektor tertentu, seperti baja, aluminium, dan otomotif, tetap berlaku karena diberlakukan di bawah otoritas berbeda atas nama keamanan nasional. Putusan pengadilan perdagangan tidak menyentuh jenis tarif tersebut.
Liberty Justice Center, lembaga yang mewakili lima usaha kecil penggugat tarif, menyebut penangguhan oleh pengadilan banding sebagai langkah prosedural biasa. Penasihat senior Liberty, Jeffrey Schwab, menyatakan keyakinannya bahwa pengadilan pada akhirnya akan berpihak pada usaha kecil yang terdampak serius oleh tarif.
"Kami yakin pengadilan banding akan menyadari dampak langsung berupa hilangnya pemasok dan pelanggan penting, serta ancaman terhadap kelangsungan usaha kecil kami," ujar Schwab.
Baca Juga: Efek Tarif Trump, Kas Pemerintah AS Bertambah Rp359 Triliun
Beberapa tarif sektor tertentu, seperti baja, aluminium, dan otomotif, tetap berlaku karena diberlakukan di bawah otoritas berbeda atas nama keamanan nasional. Putusan pengadilan perdagangan tidak menyentuh jenis tarif tersebut.
Liberty Justice Center, lembaga yang mewakili lima usaha kecil penggugat tarif, menyebut penangguhan oleh pengadilan banding sebagai langkah prosedural biasa. Penasihat senior Liberty, Jeffrey Schwab, menyatakan keyakinannya bahwa pengadilan pada akhirnya akan berpihak pada usaha kecil yang terdampak serius oleh tarif.
"Kami yakin pengadilan banding akan menyadari dampak langsung berupa hilangnya pemasok dan pelanggan penting, serta ancaman terhadap kelangsungan usaha kecil kami," ujar Schwab.
(nng)
Lihat Juga :