Banding Dikabulkan, Tarif Trump Kembali Hantui Perdagangan Global
Jum'at, 30 Mei 2025 - 15:38 WIB
Tarif tersebut sebelumnya dijuluki sebagai "tarif Hari Kemerdekaan" oleh Trump, mencakup berbagai produk dari Kanada, Meksiko, dan China. Trump menuding ketiga negara itu sebagai jalur utama masuknya fentanil, narkotika mematikan, ke AS.
Gedung Putih menyatakan, keputusan pengadilan perdagangan tidak mengganggu jalannya negosiasi perdagangan yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat. Para pejabat senior Trump optimistis akan menang di tingkat banding atau bahkan menggunakan wewenang presiden lainnya untuk mempertahankan tarif.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Trump mengecam keputusan pengadilan perdagangan sebagai "mengerikan dan anti-Amerika". Ia berharap Mahkamah Agung akan membatalkan putusan tersebut dan memperingatkan bahwa keputusan itu dapat "menghancurkan kekuasaan presiden".
"Jika dibiarkan, ini akan benar-benar menghancurkan kekuasaan presiden. Kepresidenan tidak akan pernah sama lagi!" tulis Trump di Truth Social medianya, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/5).
Respons dari mitra dagang AS cenderung hati-hati. Inggris menyebut putusan itu sebagai urusan internal AS dan bagian dari proses hukum yang masih berlangsung. Komisi Eropa dan Jerman memilih tidak berkomentar, sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut putusan pengadilan perdagangan konsisten dengan posisi Kanada bahwa tarif Trump melanggar hukum.
Gedung Putih menyatakan, keputusan pengadilan perdagangan tidak mengganggu jalannya negosiasi perdagangan yang telah dijadwalkan dalam waktu dekat. Para pejabat senior Trump optimistis akan menang di tingkat banding atau bahkan menggunakan wewenang presiden lainnya untuk mempertahankan tarif.
Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Trump mengecam keputusan pengadilan perdagangan sebagai "mengerikan dan anti-Amerika". Ia berharap Mahkamah Agung akan membatalkan putusan tersebut dan memperingatkan bahwa keputusan itu dapat "menghancurkan kekuasaan presiden".
"Jika dibiarkan, ini akan benar-benar menghancurkan kekuasaan presiden. Kepresidenan tidak akan pernah sama lagi!" tulis Trump di Truth Social medianya, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/5).
Respons dari mitra dagang AS cenderung hati-hati. Inggris menyebut putusan itu sebagai urusan internal AS dan bagian dari proses hukum yang masih berlangsung. Komisi Eropa dan Jerman memilih tidak berkomentar, sementara Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut putusan pengadilan perdagangan konsisten dengan posisi Kanada bahwa tarif Trump melanggar hukum.
Lihat Juga :