Tarif Trump Belum Selesai, Giliran Bea Impor Baja Naik dari 25% Menjadi 50 Persen
Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:11 WIB
Tarif 25% pada sebagian besar baja dan aluminium yang diimpor ke AS mulai berlaku pada bulan Maret, dan ia sempat mengancam pajak 50% pada baja asal Kanada, meski akhirnya mundur dari agenda tersebut. Di bawah otoritas keamanan nasional yang disebut Section 232, pajak impor mencakup baik logam mentah maupun produk turunan yang beragam seperti wastafel stainless steel, kompor gas, kumparan evaporator pendingin udara, wajan aluminium, dan engsel pintu baja.
Nilai total impor 2024 untuk 289 kategori produk mencapai USD147,3 miliar dengan hampir dua pertiga berasal dari aluminium dan sepertiga dari baja, menurut data Biro Sensus yang diambil melalui sistem Data Web Komisi Perdagangan Internasional AS. Sebaliknya, dua ronde pertama tarif Trump pada barang industri China di tahun 2018 selama masa jabatannya yang pertama totalnya mencapai USD50 miliar dalam nilai impor tahunan.
Saham sejumlah perusahaan baja besar di China turun hingga 3 persen, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tersebut. Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan merugikan ekspor dari China, yang sejauh ini merupakan area menjanjikan di tengah konsumsi domestik yang lebih rendah dan krisis real estate.
"Jika tarif diterapkan secara ketat, baik ekspor langsung maupun perdagangan transit akan merasakan dampaknya," kata para analis di konsultan Fubao, seperti dikutip dari Financial Post, Selasa (18/2/2025).
Nilai total impor 2024 untuk 289 kategori produk mencapai USD147,3 miliar dengan hampir dua pertiga berasal dari aluminium dan sepertiga dari baja, menurut data Biro Sensus yang diambil melalui sistem Data Web Komisi Perdagangan Internasional AS. Sebaliknya, dua ronde pertama tarif Trump pada barang industri China di tahun 2018 selama masa jabatannya yang pertama totalnya mencapai USD50 miliar dalam nilai impor tahunan.
Tarif Baja Bidik China
Sebelumnya tarif 25% yang dikenakan pada impor baja dan alumunium oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) diyakini akan semakin memperburuk prospek sektor baja China yang sedang berjuang untuk bangkit.Saham sejumlah perusahaan baja besar di China turun hingga 3 persen, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tersebut. Kebijakan tarif Trump diperkirakan akan merugikan ekspor dari China, yang sejauh ini merupakan area menjanjikan di tengah konsumsi domestik yang lebih rendah dan krisis real estate.
"Jika tarif diterapkan secara ketat, baik ekspor langsung maupun perdagangan transit akan merasakan dampaknya," kata para analis di konsultan Fubao, seperti dikutip dari Financial Post, Selasa (18/2/2025).
Lihat Juga :