Produsen Mobil Terancam Tutup, Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang Melunak
Minggu, 01 Juni 2025 - 20:38 WIB
Media China melaporkan pada tengah pekan kemarin, bahwa Beijing dapat melonggarkan pembatasannya terhadap ekspor rare earth untuk perusahaan semikonduktor China dan Eropa setelah pertemuan antara industri dan Kementerian Perdagangan di mana isu kekurangan dibahas.
The New York Times melaporkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat menghentikan beberapa penjualan teknologi kritis ke China, termasuk suku cadang untuk pembuat pesawat milik negara COMAC, sebagai tanggapan atas pembatasan China terhadap ekspor mineral kritis.
Meskipun sudah memegang posisi teratas, China tetap fokus untuk memastikan bahwa cadangan tanah jarangnya tetap tinggi. Kembali pada tahun 2012, negara Asia itu sempat menyatakan bahwa cadangannya menurun. Namun kemudian mengumumkan pada tahun 2016 bahwa mereka akan meningkatkan cadangan domestik dengan membangun persediaan komersial dan nasional.
Negara ini juga cukup ketat memantau penambangan tanah jarang ilegal selama beberapa tahun, menutup tambang tanah jarang ilegal atau yang tidak sesuai lingkungan dan membatasi produksi dan ekspor. Batas produksi ini telah dilonggarkan, dan dalam beberapa tahun terakhir China telah menaikkan kuota penambangan beberapa kali.
Dominasi China dalam produksi dan cadangan unsur tanah jarang telah menyebabkan masalah. Harga tanah jarang melonjak ketika negara itu memangkas ekspor pada tahun 2010.
The New York Times melaporkan sebelumnya bahwa Amerika Serikat menghentikan beberapa penjualan teknologi kritis ke China, termasuk suku cadang untuk pembuat pesawat milik negara COMAC, sebagai tanggapan atas pembatasan China terhadap ekspor mineral kritis.
Cadangan Tanah Jarang China
China memiliki cadangan tanah jarang tertinggi sebesar 44 juta metrik ton (MT). Negara ini juga merupakan produsen tanah jarang terkemuka di dunia pada tahun 2024, usai menghasilkan 270.000 MT.Meskipun sudah memegang posisi teratas, China tetap fokus untuk memastikan bahwa cadangan tanah jarangnya tetap tinggi. Kembali pada tahun 2012, negara Asia itu sempat menyatakan bahwa cadangannya menurun. Namun kemudian mengumumkan pada tahun 2016 bahwa mereka akan meningkatkan cadangan domestik dengan membangun persediaan komersial dan nasional.
Negara ini juga cukup ketat memantau penambangan tanah jarang ilegal selama beberapa tahun, menutup tambang tanah jarang ilegal atau yang tidak sesuai lingkungan dan membatasi produksi dan ekspor. Batas produksi ini telah dilonggarkan, dan dalam beberapa tahun terakhir China telah menaikkan kuota penambangan beberapa kali.
Dominasi China dalam produksi dan cadangan unsur tanah jarang telah menyebabkan masalah. Harga tanah jarang melonjak ketika negara itu memangkas ekspor pada tahun 2010.
Lihat Juga :