Kesepakatan Tarif AS-China Dilanggar, Kedua Negara Saling Tuding
Senin, 02 Juni 2025 - 16:01 WIB
Pada hari Senin (2/6/2025) Beijing mengatakan, pelanggaran yang dilakukan AS terhadap perjanjian tersebut termasuk menghentikan penjualan perangkat lunak chip komputer kepada perusahaan-perusahaan China, memperingatkan untuk tidak menggunakan chip yang dibuat oleh raksasa teknologi China Huawei, dan membatalkan visa untuk mahasiswa China.
Perjanjian yang dicapai di Jenewa mengejutkan banyak analis, ketika kedua negara masih bersikeras menerapkan tarif. Namun saat retorika kembali meningkat, kerapuhan gencatan perang dagang saat ini menjadi sorotan dan memberikan indikasi betapa menantangnya mencapai kesepakatan perdagangan jangka panjang.
Baca Juga: Perang Tarif Makin Panas! Eropa Siap Balas Rencana Trump
Meskipun tudingan antara keduanya menunjukkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Beijing tidak berjalan dengan baik. Dua pejabat senior Gedung Putih menyarankan, bahwa Trump dan Xi Jinping dapat segera mengadakan pembicaraan.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett mengatakan kepada ABC News, bahwa kedua pemimpin dunia tersebut diharapkan bakal membuka kembali pembicaraan minggu ini dan "kedua pihak telah bersedia untuk berdialog."
Perjanjian yang dicapai di Jenewa mengejutkan banyak analis, ketika kedua negara masih bersikeras menerapkan tarif. Namun saat retorika kembali meningkat, kerapuhan gencatan perang dagang saat ini menjadi sorotan dan memberikan indikasi betapa menantangnya mencapai kesepakatan perdagangan jangka panjang.
Baca Juga: Perang Tarif Makin Panas! Eropa Siap Balas Rencana Trump
Meskipun tudingan antara keduanya menunjukkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Beijing tidak berjalan dengan baik. Dua pejabat senior Gedung Putih menyarankan, bahwa Trump dan Xi Jinping dapat segera mengadakan pembicaraan.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett mengatakan kepada ABC News, bahwa kedua pemimpin dunia tersebut diharapkan bakal membuka kembali pembicaraan minggu ini dan "kedua pihak telah bersedia untuk berdialog."
(akr)
Lihat Juga :