China Bakal Hapus Tarif Impor 53 Negara Afrika

Jum'at, 13 Juni 2025 - 08:22 WIB
Eswatini adalah satu-satunya negara Afrika yang dikecualikan dari pengumuman tarif nol China, akibat dari mengakui Taiwan sebagai negara merdeka, sedangkan China menganggapnya sebagai provinsi yang memisahkan diri. Saat ini, China mengimpor banyak bahan mentah dari Afrika, terutama dari Republik Demokratik Kongo dan Guinea.

Pada bulan April, Presiden Donald Trump memicu kekhawatiran di antara mitra dagang AS dengan mengumumkan tarif tinggi pada impor dari banyak negara. Termasuk tarif impor 50% untuk Lesotho, 30% untuk Afrika Selatan, dan 14% bagi Nigeria.

Baca Juga: AS Memperpanjang Penangguhan Tarif Beberapa Produk China hingga 31 Agustus

Kebijakan tarif Trump tersebut untuk sementara ditangguhkan sampai bulan depan, meskipun penundaan ini dapat diperpanjang lebih lanjut untuk negara-negara yang bernegosiasi "dengan itikad baik", menurut Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Pada tahun 2024, AS mengimpor barang senilai USD39,5 miliar (Rp634,6 triliun) dari Afrika.

Sebagian dari barang tersebut dibawa masuk di bawah kesepakatan tarif nol yang dikenal sebagai Undang-Undang Pertumbuhan dan Kesempatan Afrika (Agoa) yang sekarang tampaknya berada dalam ancaman jika pemerintahan Trump melanjutkan penerapan tarif impor baru.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!