PLN EPI Integrasikan ESG ke Seluruh Rantai Operasi
Sabtu, 14 Juni 2025 - 18:43 WIB
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI difokuskan pada isu-isu prioritas seperti lingkungan, pendidikan, pengembangan UMKM. "Kami ingin hadir sebagai mitra strategis bagi masyarakat, memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kehidupan mereka," tambah Mamit.
Untuk mendukung target Net Zero Emission , PLN EPI menjalankan sejumlah inisiatif energi bersih, antara lain strategi cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan mengganti sebagian batu bara menggunakan bahan organik, seperti serbuk gergaji, ranting kayu, dan limbah kelapa sawit. Selain itu, program gasifikasi juga tengah dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel (PLTD). "Kami bahkan mulai menjajaki inisiatif produksi green hydrogen sebagai bagian dari langkah inovatif menuju masa depan energi yang lebih bersih," jelas Mamit.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
Dalam aspek internal, Mamit mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menciptakan harmonisasi budaya kerja paska terbentuknya Holding dan Subholding PLN. "Kami terus membangun kolaborasi lintas direktorat dan meningkatkan tingkat keterlibatan pegawai atau employee engagement. Tahun ini target indeks engagement naik ke 82 persen," ucap dia.
PLN EPI juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. "Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan karyawan yang bahagia, didengarkan, serta aktif berkontribusi dalam pertumbuhan Perusahaan," tutup Mamit.
Untuk mendukung target Net Zero Emission , PLN EPI menjalankan sejumlah inisiatif energi bersih, antara lain strategi cofiring biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan mengganti sebagian batu bara menggunakan bahan organik, seperti serbuk gergaji, ranting kayu, dan limbah kelapa sawit. Selain itu, program gasifikasi juga tengah dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel (PLTD). "Kami bahkan mulai menjajaki inisiatif produksi green hydrogen sebagai bagian dari langkah inovatif menuju masa depan energi yang lebih bersih," jelas Mamit.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok
Dalam aspek internal, Mamit mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah menciptakan harmonisasi budaya kerja paska terbentuknya Holding dan Subholding PLN. "Kami terus membangun kolaborasi lintas direktorat dan meningkatkan tingkat keterlibatan pegawai atau employee engagement. Tahun ini target indeks engagement naik ke 82 persen," ucap dia.
PLN EPI juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. "Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan karyawan yang bahagia, didengarkan, serta aktif berkontribusi dalam pertumbuhan Perusahaan," tutup Mamit.
(nng)
Lihat Juga :