Siaga Tinggi, CEO Shell Wanti-wanti Dampak Pemblokiran Selat Hormuz
Sabtu, 21 Juni 2025 - 18:32 WIB
"Risiko gangguan pasokan energi yang serius akan meningkat jika pimpinan Iran percaya bahwa mereka menghadapi ancaman bertahan hidup yang eksistensial," kata analis RBC Capital Markets LLC, termasuk Helima Croft, dalam sebuah catatan.
"Masuknya AS secara langsung ke dalam konflik ini bisa menjadi katalis bagi tindakan disruptif yang lebih langsung terhadap kapal tanker dan infrastruktur kritis di wilayah tersebut," paparnya.
Baca Juga: Iran Beradaptasi Menjaga Ekspor Minyak selama Konflik dengan Israel
Patokan minyak global Brent naik sebanyak 1,3% menjadi USD77,66 per barel pada hari Kamis. Mendekati puncak intraday sebesar USD78,50 yang terlihat pada 13 Juni -harga tertinggi sejak Januari- ketika Israel mulai menyerang Iran.
Sementara itu dalam beberapa hari terakhir, Qatar meminta kapal tanker untuk menunggu di luar selat sampai mereka siap untuk memuat. Sedangkan pengirim Jepang Nippon Yusen KK menginstruksikan kapalnya untuk menjaga jarak yang aman dari pantai saat berlayar di perairan Iran.
"Masuknya AS secara langsung ke dalam konflik ini bisa menjadi katalis bagi tindakan disruptif yang lebih langsung terhadap kapal tanker dan infrastruktur kritis di wilayah tersebut," paparnya.
Baca Juga: Iran Beradaptasi Menjaga Ekspor Minyak selama Konflik dengan Israel
Patokan minyak global Brent naik sebanyak 1,3% menjadi USD77,66 per barel pada hari Kamis. Mendekati puncak intraday sebesar USD78,50 yang terlihat pada 13 Juni -harga tertinggi sejak Januari- ketika Israel mulai menyerang Iran.
Sementara itu dalam beberapa hari terakhir, Qatar meminta kapal tanker untuk menunggu di luar selat sampai mereka siap untuk memuat. Sedangkan pengirim Jepang Nippon Yusen KK menginstruksikan kapalnya untuk menjaga jarak yang aman dari pantai saat berlayar di perairan Iran.
(akr)
Lihat Juga :