Awas Resesi Global, Iran Tutup Selat Hormuz Bisa Memicu Lonjakan Harga Minyak

Senin, 23 Juni 2025 - 09:26 WIB
Pernyataan Rubio di Fox News "Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo" terlontar setelah penyiar Iran Press TV melaporkan bahwa parlemen Iran telah menyetujui untuk menutup Selat Hormuz, di mana sekitar 20% pasokan minyak dan gas global melewatinya.

Analis memperingatkan keadaan bisa dengan cepat berubah buruk bagi pasar minyak dan ekonomi global, jika muncul tanda-tanda konkret peningkatan ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Baca Juga: Siaga Tinggi, CEO Shell Wanti-wanti Dampak Pemblokiran Selat Hormuz

"Jika titik choke ekonomi yang penting ini ditutup, gangguan semacam itu akan mendorong harga minyak menuju USD100 per barel, atau bahkan lebih tinggi," tulis Joe Brusuelas, kepala ekonom untuk RSM US, dalam sebuah catatan kepada investor.

Sementara itu analis di JPMorgan Chase telah menyuarakan kekhawatiran akan pemblokiran Selat Hormuz sebagai "skenario terburuk". Ia memperkirakan, efeknya bisa mendorong inflasi di AS menjadi 5%.

Ini karena jalur transportasi laut itu tempat sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam dunia melewati negara-negara penghasil minyak Teluk — tidak hanya Iran, tetapi juga Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan lainnya - dan banyak negara lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!