Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun

Selasa, 01 Juli 2025 - 19:10 WIB
Sebagai catatan, Prasasti diinisiasi oleh sejumlah tokoh nasional dengan berbagai macam latar profesi. Lembaga ini digawangi ekonom, pengusaha papan atas, aktivis, hingga mantan pejabat. Lembaga ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi, ruang berdialog, antara civil society, pelaku sektor riil dan para perumus kebijakan.

Board of Advisor Prasasti, Burhanudin Abdullah menambahkan, Prasasti didirikan sebagai respons atas kebutuhan akan ruang dialog yang netral dan berbasis ilmiah. "Prasasti bukan milik segelintir elite, melainkan wadah kolaborasi antara masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah," tegas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

Prasasti didukung oleh deretan nama besar seperti Hashim Djojohadikusumo (pengusaha dan politisi), Gandi Sulistiyanto (pengusaha), serta Ellyus Achiruddin dan Prijono Sugiarto dari kalangan profesional. Komposisi ini menunjukkan upaya untuk menciptakan keseimbangan perspektif.

"Kita harus menjadikan dialog sebagai budaya baru dalam merumuskan kebijakan," tegas Burhanudin sembari menunjuk pentingnya pendekatan inklusif.

Prijono Sugiarto adalah mantan Presiden Direktur Astra Internasional selama satu dekade, yakni periode 2010 - 2020. Sementara Ellyus merupakan Presiden Komisaris PT Triputra Utama Selaras. Astra dan Djarum Foundation tercatat sebagai sponsor utama Prasasti, bersama Triputra Agro Persada , TBS Energi Utama, Panbil Group, dan Kadin.

Baca Juga: Ekonom Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Halusinasi

Selain para pelaku usaha, Prasasti juga diisi oleh sejumlah mantan pejabat dan para pakar antara lain Jimly Asshiddiqie, Sudrajad Djiwandono, Ronald Waas, Halim Alamsyah, Arcandra Tahar dan Chatib Basri.

Sementara di jajaran pengurus, terdapat anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Piter Abdullah sebagai direktur kebijakan publik dan mantan ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi sebagai direktur riset. Prasasti dipimpin Nila Marita, eks petinggi GOTO, sebagai direktur eksekutif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!