Perdagangan Global BRICS Tembus Rp64.768 Triliun, Melonjak Lebih Tujuh Kali Lipat

Minggu, 06 Juli 2025 - 20:36 WIB
Menurut laporan kebijakan dari UNIDO (Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang dirilis Februari 2025, total nilai perdagangan global negara-negara BRICS melonjak drastis dari USD572 miliar pada 2002 menjadi lebih dari USD4 triliun atau setara Rp64.768 triliun pada 2021 meningkat lebih dari tujuh kali lipat.

Pertumbuhan perdagangan ini didorong oleh peningkatan transaksi antarnegara anggota BRICS, meskipun belum ada perjanjian perdagangan formal. Dalam beberapa tahun terakhir, laju perdagangan intra-BRICS tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara non-anggota, memperlihatkan integrasi ekonomi yang kian kuat.

Perdagangan intra-BRICS yang berkembang juga memberi dampak positif bagi negara berkembang non-anggota, terutama dalam membangun rantai pasok yang saling melengkapi dan membuka jalan menuju keterlibatan lebih besar dalam rantai nilai global.

Tren ini turut mendorong lonjakan perdagangan antar negara berkembang atau perdagangan Selatan-Selatan. Data UNCTAD menunjukkan bahwa volume perdagangan Selatan-Selatan meningkat dari USD2,3 triliun pada 2007 menjadi USD5,6 triliun pada 2023. Ketergantungan terhadap mitra dagang tradisional pun terus berkurang.

Di sisi lain, peningkatan kerja sama di bidang investasi juga menjadi kekuatan utama BRICS. China tercatat sebagai salah satu dari tiga penerima investasi asing langsung (FDI) terbesar di dunia pada 2023, sementara Brasil dan India masing-masing menerima FDI sebesar USD130 miliar. BRICS kini menjadi motor utama pertumbuhan FDI di pasar negara berkembang.

Baca Juga: Negara Ini Akan Bagi-bagi Uang Tunai Besar-besaran kepada Rakyatnya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!