Proyek Baterai Kendaraan Listrik Senilai US$6 Miliar Dihadirkan
Minggu, 06 Juli 2025 - 19:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan proyek raksasa baterai kendaraan listrik senilai US$6 Miliar.
JAKARTA - Indonesia melangkah maju di industri baterai kendaraan listrik, Presiden Prabowo Subianto bersama mitra dari China Construction Fourth Engineering Division Corp.Ltd resmi memulai proyek raksasa senilai US$6 miliar (Rp96 triliun) dengan peletakan batu pertama, (29/6).
Proyek yang bakal berdiri di Halmahera dan Karawang ini akan menciptakan rantai produksi baterai lengkap - dari tambang nikel sampai produk jadi.
Proyek ini merupakan hasil investasi dan pembangunan bersama antara perusahaan tambang milik negara Indonesia Antam, Perusahaan Baterai Indonesia, dan Ningbo Puqin Times.
Total nilai investasi ke depannya sekitar US$6 miliar. Pabrik tersebut berlokasi di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dan Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Proyek yang bakal berdiri di Halmahera dan Karawang ini akan menciptakan rantai produksi baterai lengkap - dari tambang nikel sampai produk jadi.
Proyek ini merupakan hasil investasi dan pembangunan bersama antara perusahaan tambang milik negara Indonesia Antam, Perusahaan Baterai Indonesia, dan Ningbo Puqin Times.
Total nilai investasi ke depannya sekitar US$6 miliar. Pabrik tersebut berlokasi di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara dan Karawang, Provinsi Jawa Barat.
Lihat Juga :