BRICS Kritik Keras IMF dan Bank Dunia, Cenderung Berpihak Kepentingan Barat
Rabu, 09 Juli 2025 - 22:00 WIB
Meski tidak membahas secara khusus soal mata uang bersama atau pengurangan dominasi dolar, para pemimpin BRICS tetap menyuarakan kritik keras terhadap tatanan ekonomi global yang dinilai timpang. Dalam pernyataan resminya, mereka menyampaikan ketidakpuasan terhadap sistem keuangan internasional yang dianggap tidak memberikan ruang adil bagi negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Selatan Global (Global South).
Menurut laporan Watcher Guru, kritik paling tajam justru ditujukan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. BRICS menilai kedua lembaga keuangan global tersebut cenderung berpihak pada kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara Barat, sementara kebutuhan dan tantangan negara-negara berkembang sering kali terabaikan.
Dominasi dolar AS dalam pengambilan keputusan di kedua lembaga itu menjadi salah satu sorotan utama. BRICS menyebut, struktur kekuasaan di IMF dan Bank Dunia saat ini tidak merefleksikan realitas ekonomi global yang telah berubah dan semakin multipolar.
Namun demikian, hingga KTT 2025 berakhir, BRICS tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait de-dolarisasi atau pembentukan mata uang bersama. Kedua isu itu praktis dikesampingkan, meskipun menjadi harapan besar bagi sebagian negara anggota yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan Barat.
Baca Juga: Kekuatan Ekonomi BRICS Lebih Besar dari Blok Barat, Total Tembus Rp323.677 Triliun
Menurut laporan Watcher Guru, kritik paling tajam justru ditujukan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. BRICS menilai kedua lembaga keuangan global tersebut cenderung berpihak pada kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara Barat, sementara kebutuhan dan tantangan negara-negara berkembang sering kali terabaikan.
Dominasi dolar AS dalam pengambilan keputusan di kedua lembaga itu menjadi salah satu sorotan utama. BRICS menyebut, struktur kekuasaan di IMF dan Bank Dunia saat ini tidak merefleksikan realitas ekonomi global yang telah berubah dan semakin multipolar.
Namun demikian, hingga KTT 2025 berakhir, BRICS tidak mengeluarkan pernyataan resmi terkait de-dolarisasi atau pembentukan mata uang bersama. Kedua isu itu praktis dikesampingkan, meskipun menjadi harapan besar bagi sebagian negara anggota yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan Barat.
Baca Juga: Kekuatan Ekonomi BRICS Lebih Besar dari Blok Barat, Total Tembus Rp323.677 Triliun
Lihat Juga :