Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak Tembus Rp7.080 Triliun
Senin, 14 Juli 2025 - 11:45 WIB
Kontraksi ini terutama disebabkan oleh ULN non-lembaga keuangan yang mencatat pertumbuhan negatif sebesar 1,2 persen, lebih rendah dibandingkan kontraksi 2,8 persen pada bulan sebelumnya. Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, serta Pengadaan Listrik dan Gas menjadi penyumbang terbesar ULN swasta, dengan pangsa mencapai 80,2 persen.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terjaga pada angka 30,6 persen, dengan dominasi ULN jangka panjang mencapai 84,6 persen dari total ULN.
Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk menjaga agar struktur utang tetap sehat. Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terjaga pada angka 30,6 persen, dengan dominasi ULN jangka panjang mencapai 84,6 persen dari total ULN.
Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk menjaga agar struktur utang tetap sehat. Peran ULN akan terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.
(nng)
Lihat Juga :