Komisaris di BUMN Grade I Bisa Kantongi Rp100 Miliar Setahun, Tergantung Laba Perusahaan

Minggu, 03 Agustus 2025 - 18:00 WIB
Besarnya angka ini menunjukkan bahwa remunerasi di BUMN kelas kakap sangat kompetitif, bahkan setara atau melampaui perusahaan-perusahaan swasta besar. Sebagai perbandingan, komisaris utama di PT Bank Central Asia (BCA) menerima remunerasi sebesar Rp2,5 miliar per bulan, sedangkan di PT Astra International Tbk (ASII) nilainya sekitar Rp1,8 miliar per bulan.

Di sisi lain, remunerasi yang diterima oleh jajaran direksi cenderung lebih tinggi. Sebagai contoh, direksi BRI dapat mengantongi total pendapatan hingga puluhan miliar rupiah per tahun, tergantung posisi dan bonus kinerja. Direksi Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) juga menerima paket remunerasi tahunan yang nilainya mencapai puluhan miliar.

Secara umum, paket remunerasi lengkap untuk komisaris dan direksi terdiri dari gaji pokok, tunjangan, tantiem, asuransi purna jabatan, serta bonus tahunan. Besaran tantiem didasarkan pada persentase tertentu dari laba bersih perusahaan dan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Besarnya pendapatan komisaris BUMN tidak hanya mencerminkan tingkat tanggung jawab, tetapi juga menjadi cerminan langsung dari keberhasilan dan profitabilitas perusahaan yang diawasinya. Semakin baik kinerja perusahaan, semakin besar pula imbalan yang diterima para komisaris.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!