Mengungkap Strategi Jitu Bangun Kepercayaan Digital Nasabah

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:58 WIB
Namun di tengah pertumbuhan ini, literasi masyarakat belum sepenuhnya memadai. Data menunjukkan Indeks Literasi Keuangan Indonesia 2025 baru mencapai 66,46%, sedangkan Indeks Literasi Digital 2024 berada di angka 3,78 dari skala 5.

Rendahnya literasi ini membuat masyarakat lebih rentan menjadi korban kejahatan siber. Laporan IBM Cost of Data Breach 2024 bahkan mengungkap bahwa kerugian rata-rata akibat pencurian data pribadi secara global mencapai USD 4,9 juta, naik 10% dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu titik kritis dalam keamanan layanan perbankan adalah proses onboarding. Identity fraud kerap menjadi pintu masuk bagi kejahatan lain, karena pelaku dapat menggunakan identitas palsu untuk mengakses layanan keuangan secara ilegal.

Wakil Sekretaris Jenderal II AFTECH, Prihartono menegaskan, pentingnya keseimbangan antara inovasi layanan dan keamanan digital. Hal ini untuk menjawab kebutuhan dan gaya hidup masyarakat, tetapi kemudahan akses harus diimbangi dengan sistem keamanan dan infrastruktur TI yang andal.

Proses e-KYC merupakan pintu gerbang layanan digital sekaligus titik rawan terjadinya identity fraud, terlebih dengan ancaman baru seperti penyalahgunaan teknologi deepfake AI. “Strategi anti-fraud yang komprehensif dan pemanfaatan AI untuk deteksi anomali secara real-time menjadi kunci menjaga digital trust di sektor jasa keuangan,” ujar Saat melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).

Menurutnya, Identitas digital menjadi salah satu solusi strategis. Dengan memverifikasi identitas individu atau perangkat secara akurat, teknologi ini dapat melindungi data pribadi, menjamin legalitas transaksi, dan memperkuat kepercayaan nasabah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!